Ramadhan dan Keluarga

Ramadhan dan Keluarga

Ramadhan adalah solusi. Tak hanya pribadi, tapi juga keluarga, bangsa, dan negara ini. Bagi pribadi perseorangan, Ramadhan adalah solusi atas banyak hal yang kelak akan dipertanyakan Allah. Umur kita gunakan untuk apa, maka Ramadhan adalah bentuk karunia, bonus dan cinta-Nya kepada kita sehingga dengan ketertinggalan waktu yang kita buang percuma, dengan Ramadhan, ada pelipatgandaan pahala, ada pengampunan yang luar biasa, dan sebagainya. Ketertinggalan-ketertinggalan itu akan dilipatgandakan di  bulan Ramadhan.

Sesungguhnya Ramadhan adalah pola yang Allah munculkan tiap tahun bagi format pembinaan umat secara keseluruhan, baik pembinaan berkeluarga,  berbangsa dan bernegara. Andaikan Ramadhan ini dijadikan proyek nasional, maka sesungguhnya selesai sudah problem nasional kita ini.

Dalam skala nasional, presiden bisa mengajak para gubernur untuk berbuka puasa dan sholat taraweh bersama, begitu juga para gubernur bisa mengundang para bupati/walikota hingga tingkat ketua RW mengajak para ketua RT, dan ketua RT mengajak warganya untuk buka puasa bersama. Maka akan tuntas problem bangsa ini.

Di bulan mulia ini hubungan antar anggota keluarga, ayah ibu anak atau lainnya semakin intens. Bila dalam keseharian kita sibuk mengejar materi bekerja sampai larut malam, bahkan sering melupakan ikatan sosial kekeluargaan , maka Ramadhan merupakan momen yang tepat untuk perekat silaturahmi kita.

Dengan Ramadhan antar anggota keluarga bisa buka puasa bersama, ngaji bersama bahkan sahur bersama-sama, berangkat ke masjid bersama-sama untuk sholat tarawih, dan sebagainya. Sesuatu yang rasanya tak mungkin dilakukan di luar Ramadhan.

Dengan Ramadhan pula, masing-masing anggota keluarga bisa saling mengingatkan tentang kewajiban sholat wajib, sholat tarawih, tadarus, sedekah dan kebaikan-kebaikan lainnya. Berkah Ramadhan juga hubungan antara anggota keluarga makin rekat dan erat.

Di bulan mulia ini pula, ada yang namanya target pribadi maupun keluarga. Misalnya target untuk masing-masing anggota bisa khatam sekian kali, istiqomah sholat jamaah di awal waktu di masjid, dan sebagainya. Hanya dalam bingkai kebersamaan antar anggota keluargalah target-target ibadah Ramadhan tersebut bisa dilakukan. Target itu jugalah yang lalu menjadi perekat harmonisasi keluarga untuk menuju baiti jannati.

Mari kita jadikan Ramadhan sebagai solusi untuk kembali mempererat jalinan komunikasi dan kedekatan antar anggota keluarga. Sekali lagi Ramadhan adalah solusi, termasuk bagi keluarga kita.. Jangan sampai Ramadhan lewat begitu saja, dan kita tak mendapatkan apa-apa di sisi Allah SWT. Jadikan Ramadhan tahun ini punya nilai lebih di sisi Allah dibanding tahun-tahun sebelumnya. (*)

Leave a comment


Masukan kode ini .... disini: Reload Kode

0 Comments

Artikel Terbaru

Bersaudara karena Allah

Oleh : KH. Muhammad Sholeh Drehem, Lc. M.Ag. Dalam arti sacara umum, al It...Selengkapnya

Berpegang Teguh pada Kurikulum Allah

( Oleh: KH. Muha...Selengkapnya

Cinta Dunia

oleh : KH. M Sholeh Drehem,Lc    .Bismilla ...Selengkapnya

Berita Terbaru

Mahasiswa Manfaatkan Layanan Pindah Pilih Pemilu 2019

Ada suasana berbeda di sebuah ruang kuliah di kampus STIDKI Ar-Rahmah Surabaya, Kamis kemarin. Ka...Selengkapnya

Jalin Sinergitas Akademik dengan UINSA

Satu lagi momen kerjasama dan sinergitas STIDKI Ar-Rahmah Surabaya dengan pihak ketiga terjalin. ...Selengkapnya

Motivasi Sukses Melalui Apel Bulanan

Senin pagi (11/2) kemarin seluruh mahasiswa mengikuti apel bulanan yang kembali dilaksanakan di a...Selengkapnya