Awal Sejarah Kelam Muslim Rohingnya

Awal Sejarah Kelam Muslim Rohingnya

Tragedi kemanusiaan memilukan menimpa saudara kita di belahan bumi  yang lain. Sungguh berat penderitaan masyarakat Muslim etnis Rohingya  di wilayah provinsi Rakhine, Myanmar. Bertubi-tubi penderitaan seakan tak akan pernah pudar.

Sejak sepekan-dua pekan ini derita Rohingya semakin nyata. Diperkirakan 800 orang tewas, dan 18.000 warga Muslim etnis Rohingya lainnya mengungsi dengan melintasi perbatasan ke Bangladesh namun penjaga perbatasan mengusir sebagian dari mereka kembali ke wilayah Myanmar.

Ya, Rohingya merupakan kelompok etnis muslim asli yang menetap di wilayah Arakan sejak abad XVI. Wilayah tersebut saat ini menjadi bagian dari Negara Bagian Rakhine, wilayah Myanmar Barat yang berbatasan langsung dengan Bangladesh. Istilah Rohingya sendiri berasal dari kata Rohai atau Roshangee yang berarti penduduk muslim Rohang atau Roshang (sebutan untuk daerah tersebut sebelum dinamai Arakan).

Sejak sebelum kemerdekaan Myanmar, etnis Rohingya telah berkali-kali berusaha disingkirkan dari wilayahnya. Pada tahun 2012, muncul gerakan Rohingya Elimination Group yang didalangi oleh kelompok ekstremis 969. Konflik yang pecah memakan 200 jiwa dan 140.000 warga Rohingya lainnya dipaksa tinggal di kamp-kamp konsentrasi yang tidak manusiawi.

Menurut sebuah studi oleh International State Crime Initiative (ISCI) dari Queen Mary University of London, Rohingya sudah mulai memasuki tahap akhir genosida yaitu pemusnahan massal dan penghilangan dari sejarah. PBB juga menyebut Rohingya sebagai kelompok etnis paling teraniaya di dunia.

Saat ini Muslim Rohingya yang masih berada di Rakhine hidup terisolasi dalam ketakutan. Sejauh ini jumlah populasi etnis Rohingya di Provinsi Rakhine semakin menurun drastis hingga menjadi 40% dibanding tahun sebelumnya.

Populasi Rohingya menurut UNHCR ialah 1,3 juta orang, dimana 926.000 adalah orang-orang yang tidak memiliki kewarnegaraan dan 375.000 lainnya menjadi pengungsi di negara mereka sendiri. Sejak tahun 2013 lalu, ribuan warga melarikan diri ke negara-negara Indonesia, Malaysia, dan Thailand melalui jalur laut. Pria, wanita, dan anak-anak terkatung-katung di dalam kapal tanpa kejelasan apakah daratan yang mereka tuju bersedia menerima mereka.

Mari kita lepaskan derita Rohingya, tak cukup dengan empati dan doa, butuh aksi nyata untuk mengeluarkan mereka dari himpitan kesulitan demi kesulitan. Tunjukkan kepedulian Anda dengan memberikan sumbangsih bagi mereka. (Imam/berbagai sumber)

Leave a comment


Masukan kode ini .... disini: Reload Kode

0 Comments

Artikel Terbaru

Pemeriksaan yang Mudah

( Oleh: KH. Muhammad Sholeh Drehem Lc...Selengkapnya

Indahnya Ikatan Hati

Oleh : KH. M. Sholeh Drehem, Lc   Bismillah...&n...Selengkapnya

Menghadap Allah dengan Hati yang Bersih

Oleh: Ust. Agung Cahyadi, Lc., MA   Manusia dan jin diciptakan...Selengkapnya

Berita Terbaru

Motivasi Sukses Melalui Apel Bulanan

Senin pagi (11/2) kemarin seluruh mahasiswa mengikuti apel bulanan yang kembali dilaksanakan di a...Selengkapnya

STIDKI Gelar Seminar Manajemen Masjid di Era Milenial 9 Pebruari

Indonesia dengan jumlah pemeluk Islam terbesar di dunia dan memiliki jumlah masjid yang terbesar ...Selengkapnya

Muammar Juara MHQ 20 Juz di Banyuanyar

Untuk yang kesekian kalinya, kembali mahasiswa STIDKI Ar-Rahmah Surabaya menorehkan prestasinya d...Selengkapnya