PMB Dibuka Hingga Akhir Maret

PMB Dibuka Hingga Akhir Maret

Kesempatan untuk menjadi mahasiswa STIDKI Ar-Rahmah Surabaya tahun perkuliahan 2019/2020 kembali dibuka. Proses pendaftaran mahasiswa baru (PMB) STIDKI Ar-Rahmah tahun ini dibuka 1 Januari dan akan berakhir hingga penghujung Maret mendatang.

“Silahkan dicermati dan dimanfaatkan kesempatan ini, karena inilah satu-satunya perguruan tinggi di Indonesiayang fokus pada mencetak imam dan manajer masjid yang professional, dengan beasiswa penuh,” begitu disampaikan Ust. Ahmad Faiz Khudlari Thoha, Al-Hafidz, Pembantu Ketua III STIDKI Ar-Rahmah Surabaya.

Secara umum kriteria calon mahasiswa : laki-laki maksimal berusia 21 tahun, memiliki hafalan Al Qur’an minimal 3 Juz, berperilaku baik dan memiliki fisik prima, memiliki nilai akademik dengan rata-rata di atas 8,0, dan menguasai dasar-dasar bahasa Arab lisan dan tulisan.

Pendaftaran dilakukan secara on-line di www.pmb.stidkiarrahmah.ac.id, Kemudian calon mahasiswa akan mengikuti rangkaian tes seleksi (psikotes, tes akademik, dan wawancara). Lokasi tes seleksi nasional calon mahasiswa baru STIDKI Ar-Rahmah tersebut ditentukan berdasarkan zona, dan dilakukan dalam waktu yang berbeda-beda, yakni di Surabaya, Jakarta, Makassar, Balikpapan dan Riau

Secara teknis berkas pendaftaran meliputi: fotokopi ijazah SMA/SMK/MA/MAK dan nilai UN yang dilegalisir oleh Kepala Sekolah, legalisir rapor semester 1-5, fotokopi Kartu Keluarga, Surat keterangan sehat, surat rekomendasi dari pimpinan sekolah, pas foto ukuran 4x6 dan 3x4 (3 lembar).

Proses pendidikan di kampus ini, menerapkan kurikulum yang integral dan komprehensif, ditunjang adanya pesantren mahasiswa. Kurikulum menekankan pada 3 pilar kompetensi yakni Hifdzul Qur'an 30 Juz, Leadership dan Manajemen Masjid, Ilmu Keislaman dan Dakwah.

Sesuai visi dan misinya, maka beberapa keunggulan bisa didapat mahasiswa yang menimba ilmu di kampus yang beralamat di Teluk Buli I/3-5-7 Surabaya tersebut. Di antaranya keunggulan tersebut adalah full scholarship alias bebas biaya hidup dan pendidikan, disediakan reward umroh bagi mahasiswa dengan prestasi Al Quran terbaik di setiap tahunnya, menggunakan bahasa pengantar Arab/Inggris, dan diperkuat tenaga pengajar alumni perguruan tinggi ternama dari dalam dan luar negeri.

Untuk optimalisasi pengembangan proses perkuliahan, STIDKI Ar-Rahmah juga bekerjasama dengan masjid-masjid model, LAZ, serta perguruan tinggi dan lembaga keilmuan lainnya baik di dalam maupun di luar negeri.

Sejak berdiri 4 tahun yang lalu, keberadaan STIDKI Ar-Rahmah mendapat tempat dan menjadi rujukan masyarakat . Secara periodik, terutama pada bulan Ramadhan, mahasiswa disebar menjadi imam masjid dan berdakwah di masjid-masjid beberapa kota. Prestasi mahasiswa juga sudah banyak terukir dari seringnya mereka meraih penghargaan pada lomba MTQ dan MHQ tingkat nasional.

Tentang eksistensi STIDKI Ar-Rahmah Surabaya juga diakui Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag, Guru Besar UIN Sunan Ampel dan Ketua APDI (Asosiasi Profesi Dakwah Indonesia), "Untuk kebangkitan ummat ke depan, masjid harus berfungsi sebagai penggerak dan pemersatu ummat dengan imam yang berkualitas dan pengelola yang syar'i, profesional dan modern. Karenanya, saya menyambut baik kehadiran STIDKI Ar-Rahmah untuk menjawab tantangan itu." (*)

Leave a comment


Masukan kode ini .... disini: Reload Kode

0 Comments

Artikel Terbaru

Dhuha Taubat

Oleh ; KH. M. SHOLEH DREHEM,Lc   Bismillah.. Alh...Selengkapnya

Al Quran sebagai Pedoman Hidup

(Oleh: KH. Ahmad Mudhofar Jufri) Al-Qur’an diturunkan u...Selengkapnya

Memahami Al Quran, Modal Menjadi Manusia Unggul

Al Qur’an terdiri dari 30 juz yang ditafsirkan oleh ribuan jilid kitab tafsir, ribuan hadit...Selengkapnya

Berita Terbaru

Motivasi Semangat Menghafal Bersama Naja

Suasana Masjid Ar-Rahmah Jl. Teluk Buli Surabaya, Senin (24 Juni) pagi kemarin lain dari biasanya...Selengkapnya

Permintaan Lulusan STIDKI Terus Mengalir

Alhamdulillah… meski belum dinyatakan lulus menyelesaikan studi S-1 nya di STIDKI  Ar...Selengkapnya

23 Mahasiswa Sidang Skripsi

Dengan semangat dan persiapan yang matang, pagi hari itu Senin (17 Juni) itu, M. Ahnaf Dzikrullah...Selengkapnya