Jalin Sinergitas Akademik dengan UINSA

Jalin Sinergitas Akademik dengan UINSA

Satu lagi momen kerjasama dan sinergitas STIDKI Ar-Rahmah Surabaya dengan pihak ketiga terjalin. Kali ini dengan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA). Rabu (20 Pebruari) kemarin dilakukan penandatanganan MoU antara keduanya di ruang Fakultas Dakwah UINSA dalam suasana yang akrab dan penuh hikmad.

Hadir pada acara penandatanganan kerjasama tersebut Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UINSA, Dr. H. Abdul Halim. M,Ag. didampingi Dr. Moch. Choirul Arif, S.Ag, M, Fil.I (Wadek I), Dr. Hj. Luluk Fikri Zuhriyah, M.Ag Wadek II), Dr. Agus Santoso, S.Ag., M.Pd. (Wadek III)  serta beberapa Ketua Program Studi dan beberapa dosen UINSA.

Sementara dari STIDKI Ar-Rahmah Surabaya hadir KH. Ahmad Mudzoffar Jurfi, MA selaku Ketua STIDKI Ar-Rahmah dan didampingi semua Pembantu Ketua yakni Ust. Fatkhurrahman,MA. (Puket I), Ust Herma Musyanto,S.Si(Puket II), Ust Faiz Khudhori MM (Puket III), dan Ust Ahmad Habibul Muiz, Lc. (Puket IV).

Dalam sambutannya Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UINSA, Dr. H. Abdul Halim. M,Ag.menyambut baik adanya kerjasama dan MoU ini, dan berharap terjalinnya silaturrahim dan sinergitas akademik antar kedua lembaga menjadi lebih baik dan produktif serta saling menguntungkan bagi perkembangan kedua belah pihak. ‘Kami sangat terbuka dan senang dengan kerjasama ini,” ujar Dr.H. Abdul Halim, sembari mengulas sejarah dan kiprah fak dakwah sejak lahirnya IAIN tahun 1971 hingga berubah nama menjadi UINSA tahun 2012. Perjalanan itu sekaligus menunjukkan kiprah panjang profesionalitas UINSA. Saat ini Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam memiliki lima prodi dengan jumlah mahasiswa 2.553 orang, 100 dosen (60  dosen tetap dan 40 dosen luar biasa) serta 3 guru besar.

Sementara Ust Mudzhoffar menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada pihak Fakultas Dakwah dan Komunikasi UINSA dan jajarannya atas sambutan yang luar biasa ini, utamanya atas kesediaan kerjasama dan pendampingan bagi pengembangan STIDKI ke depan. Ust Mudzhoffar juga sedikit mengulas sejarah STIDKI Ar-Rahmah. STIDKI Ar-Rahmah semula dalam proposal pendiriannya adalah jurusan Ushuluddin, namun setelah visitasi oleh Kementerian Agama dengan memperhatikan cita-cita pendirinya, Kementeraian Agama mengusulkan nama yang labih tepat adalah STIDKI Ar-Rahmah. Berdiri tahun 2015 hingga saat sekolah tinggi ini telah memiliki 4 angkatan dengan jumlah mahasiswa 107 berasal dari 18 propinsi di seluruh Indonesia.

Dari pertemuan tersebut terungkap adanya kemiripan dan keselarasan antara program Sertifikasi Manajer Masjid oleh Fakultas Dakwah dan Komunikasi UINSA  dengan prioritas program STIDKI Ar-Rahmah yakni mencetak Imam Masjid yang hafal 30 juz sekaligus sebagai manajer masjid yang profesional. Dengan demikian diharapkan ke depan alumni mahasiswa STIDKI Ar-Rahmah bisa mendapatkan sertifikasi manajer masjid yang dikeluarkan UINSA. (Habib)

Leave a comment


Masukan kode ini .... disini: Reload Kode

0 Comments

Artikel Terbaru

Strategi Dakwah via Sosial Media

Perkembangan teknologi yang begitu pesat membuat dakwah melalui media sosial nampaknya sudah tida...Selengkapnya

Keutamaan Bersholawat

Oleh : KH. Muhammad Sholeh Drehem, Lc. M.Ag. Apa yang Anda rasakan ketika Anda...Selengkapnya

MAKNA PERSAHABATAN

Oleh : KH. M. Sholeh Drehem, Lc   Bismillah..  ...Selengkapnya

Berita Terbaru

Turut Berduka Cita atas Wafatnya Bapak Moch. Hasyim,SE

Segenap Civitas Akademika STIDKI AR RAHMAH Surabaya turut berduka cita atas wafatnya  Bapak ...Selengkapnya

Kuliah Umum Hakikat Dakwah Syekh Muhammad Husaini Faraj

Untuk yang kesekian kalinya, STIDKI Ar-Rahmah Surabaya mendatangkan tamu istimewa untuk memberika...Selengkapnya

3 Peran Masjid di Era Revolusi Industri 4.0

Di luar rencana, tiba-tiba Rabu (25 September) kemarin keluarga besar STIDKI Ar-Rahmah Surabaya k...Selengkapnya