Mahasiswa Manfaatkan Layanan Pindah Pilih Pemilu 2019

Mahasiswa Manfaatkan Layanan Pindah Pilih Pemilu 2019

Ada suasana berbeda di sebuah ruang kuliah di kampus STIDKI Ar-Rahmah Surabaya, Kamis kemarin. Kali ini mahasiswa tidak sedang mengikuti perkuliahan rutin namun menyimak penjelasan bagaimana cara mereka berpartisipasi dalam Pemilu 2019.

Ya... waktu itu STIDKI Ar-Rahmah memang kedatangan tamu dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya, yang datang khusus menemui para mahasiswa untuk menjelaskan bagaimana mahasiswa tetap bisa menggunakan hak pilihnya di Surabaya. Sebab sebagaimana diketahui, sebagian mahasiswa kampus pencetak Imam masjid profesional ini  berasal dari luar kota bahkan luar pulau. Hingga angkatan ke-4 tahun ini, ada 107 mahasiswa yang berasal dari 18 propinsi di seluruh Indonesia yang menimba ilmu di kampus ini.

Tim KPU Surabaya menjelaskan bagaimana para mahasiswa tetap bisa mencoblos di Surabaya tanpa harus pulang balik ke tempat asalnya. Tim KPU menjelaskan cara pindah pilih antar daerah pemilihan pada Pemilu 2019.

Berdasarkan peraturan KPU, ada beberapa kriteria yang diperbolehkan pindah pilih di antaranya adalah karena sedang menjalankan tugas, menjalani rawat inap, menjalani rehabilitasi narkoba, hingga menjadi tahanan atau terpidana yang menjalani hukuman kurungan. Termasuk, tugas belajar, pindah domisili, bencana alam, serta bekerja di luar domisi.

Hak suara yang diberikan kepada peserta pindah pilih pun bervariasi menyesuaikan dengan kriteria pindah pilihnya. Pemilih yang mengajukan permohonan pindah pilih cukup menunjukkan KTP Elektronik dan selanjutnya KPU meneliti dan mengecek pemilih yang bersangkutan pada DPT, dan selanjutnya diberikan formulir A5.

Tentu saja layanan pindah pilih yang difasilitasi KPU Surabaya ini mendapat respons positif dari mahasiswa, merekapun antri. Mahasiswa Muhammad Muammar misalnya, yang asalnya terdaftar di TPS 005 Dessa Rejo Mulyo Kecamatan Semarang Timur Kota Semarang, mengisi formulir pindah pilih dengan alasan tugas belajar/menempuh pendidikan tinggi.

Setelah diproses berdasarkan kedekatan domisili, Muammar diperkenankan menggunakan hak pilihnya di TPS 18 Kelurahan Perak Utara Kecamatan Pabean Cantikan Surabaya. Berdasarkan regulasi, karena pindah pilihnya antar propinsi, Muammar hanya mendapatkan surat suara untuk memilih pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden. (*)

Leave a comment


Masukan kode ini .... disini: Reload Kode

0 Comments

Artikel Terbaru

Bersaudara karena Allah

Oleh : KH. Muhammad Sholeh Drehem, Lc. M.Ag. Dalam arti sacara umum, al It...Selengkapnya

Berpegang Teguh pada Kurikulum Allah

( Oleh: KH. Muha...Selengkapnya

Cinta Dunia

oleh : KH. M Sholeh Drehem,Lc    .Bismilla ...Selengkapnya

Berita Terbaru

Mahasiswa Manfaatkan Layanan Pindah Pilih Pemilu 2019

Ada suasana berbeda di sebuah ruang kuliah di kampus STIDKI Ar-Rahmah Surabaya, Kamis kemarin. Ka...Selengkapnya

Jalin Sinergitas Akademik dengan UINSA

Satu lagi momen kerjasama dan sinergitas STIDKI Ar-Rahmah Surabaya dengan pihak ketiga terjalin. ...Selengkapnya

Motivasi Sukses Melalui Apel Bulanan

Senin pagi (11/2) kemarin seluruh mahasiswa mengikuti apel bulanan yang kembali dilaksanakan di a...Selengkapnya