Tiada Dakwah tanpa Istiqomah

Tiada Dakwah tanpa Istiqomah

( Oleh: KH. Muhammad Sholeh Drehem Lc.)

Saudaraku, hadirnya ayat dakwah setelah ayat Istiqamah pada Surah Fushshilat Ayat 33: “Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?”, memberikan isyarat bahwa dakwah adalah bagian yang tidak terpisahkan dari perjuangan istiqamah di Jalan Allah.

Tak ada istiqamah tanpa dakwah; dan tak ada dakwah tanpa istiqamah. Karena tak ada istiqamah tanpa cinta ibadah; dan cinta ibadah hanya terwujud jika kita mengajak orang lain untuk mengamalkannya. Di tengah perjuangan kita dalam mengoptimalkan amal ibadah, patut kita renungkan kekurangan dan kelemahan kita dalam menegakkan dakwah, antara lain:  bahwa yang berdakwah hanya para ustadz. Yang bukan ustadz, belum merasa berkewajiban untuk berdakwah.

Yang dipahami sebagai dakwah, hanya sebatas ceramah di masjid dan dakwah di media sosial. Kita belum berdakwah di pasar, di mall, di bandara, di terminal, di cafe, di jalan, di tempat tempat umum. Fenomena jamaah masjid yang semakin berkurang, itu menunjukkan bahwa dakwah kita di masjid belum berhasil mempertahankan jumlah jamaah masjid yang sangat banyak pada awal awal Ramadhan.

Saudara saudara kita yang ke masjid, belum bisa kita pertahankan untuk tetap ke masjid. Apalagi saudara saudara kita yang belum ke masjid, sama sekali belum kita sentuh dengan dakwah. Banyak orang tua belum bersungguh sungguh mengikutkan putera puteri mereka ke masjid, membaca Al-Qur’an, ke pengajian, silaturrahim, dan seterusnya.

Sesama jamaah masjid belum membiasakan untuk saling menguatkan kebiasaan ke masjid, belum saling mencari, belum saling memotivasi, belum saling menggembirakan dengan ibadah shalat di masjid.

Ada sikap masa bodoh yang merata atas dosa dosa yang dilakukan secara terang terangan di masyarakat kita, seperti ibu-ibu dan para muslimah yg masih pamer aurat, tanpa ada seorang pun yang menasehati mereka.

Belum terbentuknya kelompok kelompok tilawah Al-Qur’an di kebanyakan masjid. Hal itu juga menjadi penyebab lemahnya dakwah di kalangan jamaah masjid. Kebanyakan muslim belum memahami bahwa dakwah itu adalah fardhu ‘ain, kewajiban setiap muslim mukallaf.

Sehingga kebanyakan muslim belum merasa berdosa kalau tidak berdakwah. Kebanyakan ahli ibadah juga belum memahami bahwa dakwah adalah ibadah istimewa yang utama dan prioritas, yang wajib dioptimalkan dalam rangkaian perjuangan istiqamah di Jalan Allah. Ya Rahman, karunia dan rahmati kami untuk selalu istiqomah di jalan dakwah-Mu. (*)

Leave a comment


Masukan kode ini .... disini: Reload Kode

0 Comments

Artikel Terbaru

Bersaudara karena Allah

Oleh : KH. Muhammad Sholeh Drehem, Lc. M.Ag. Dalam arti sacara umum, al It...Selengkapnya

Berpegang Teguh pada Kurikulum Allah

( Oleh: KH. Muha...Selengkapnya

Cinta Dunia

oleh : KH. M Sholeh Drehem,Lc    .Bismilla ...Selengkapnya

Berita Terbaru

Mahasiswa Manfaatkan Layanan Pindah Pilih Pemilu 2019

Ada suasana berbeda di sebuah ruang kuliah di kampus STIDKI Ar-Rahmah Surabaya, Kamis kemarin. Ka...Selengkapnya

Jalin Sinergitas Akademik dengan UINSA

Satu lagi momen kerjasama dan sinergitas STIDKI Ar-Rahmah Surabaya dengan pihak ketiga terjalin. ...Selengkapnya

Motivasi Sukses Melalui Apel Bulanan

Senin pagi (11/2) kemarin seluruh mahasiswa mengikuti apel bulanan yang kembali dilaksanakan di a...Selengkapnya