Menyiapkan Pemimpin Masa Depan

Menyiapkan Pemimpin Masa Depan

Pendaftaran Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) STIDKI Ar-Rahmah sebentar lagi akan berakhir. Sebagai pencerahan, ada baiknya diulas lagi tentang apa dan bagaimana profil kampus pencetak imam Masjid profesional tersebut, terutama kaitannya dengan kepemimpinan.

Ada perdebatan yang tak pernah selesai tentang pemimpin, yaitu apakah ia dilahirkan atau disiapkan. Terlepas dari perdebatan itu, STIDKI Ar Rahmah terus menyiapkan banyak kadernya, hingga memenuhi kualifikasi pemimpin yang ideal.

Memang, ada yang berbeda dari model pembelajaran di sini. Beberapa sekolah, pesantren, atau universitas Islam mempunyai titik poin masing-masing. Misalnya, banyak di antaranya yang hanya mencetak penghafal Al Qur’an atau lulusan yang hanya menguasai displin ilmu tertentu. STIDKI Ar-Rahmah mencetak pemimpin masa depan, seorang penghafal Al Qur’an yang mempunyai keilmuan agama yang mumpuni, lihai dalam berkomunikasi dengan publik, serta mampu menjadi manajer masjid yang handal.

Mereka yang lulus dari STIDKI Ar Rahmah adalah imam di dalam dan di luar masjid. Tak hanya imam shalat  berjama’ah, namun juga penggerak kebaikan bagi masyarakat di sekitarnya. Model pendidikan yang disiapkan pun menggabungkan tiga gugus kompetensi besar.

Pertama, kompetensi imamah dan hafalan alqur’an 30 juz. Kedua, kompetensi manajemen masjid, termasuk manajemen stratejik, keuangan, operasional, pemasaran dan sebagainya. Ketiga, kompetensi pemahaman keislaman dan dakwah.

Bagi STIDKI Ar-Rahmah, pemimpin masa depan haruslah mampu menjadi imam yang disenangi para jama’ahnya, baik di dalam urusan sholat maupun kehidupan sehari-hari. Serta harus mampu memakmurkan dan membangun citra masjid yang positif di masyarakat. Di sisi lain, pemimpin masa depan juga harus memiliki pemahaman agama yang baik. Sebab sebagai ulama ia harus bisa mencerahkan permasalahan masyarakat terkait masalah keluarga, hukum waris, sosial, dan sebagainya.

Ustadz Ahmad Faiz Khudlari Thoha, Pembantu Ketua III STIDKI Ar-Rahmah mengatakan, STIDKI Ar-Rahmah bertekad pemimpin masa depan yang kuat dalam ketiga aspek di atas. Sehingga, karakter-karakter kepemimpinan terus ditumbuhkembangkan dalam diri mahasiswa, baik di lingkungan kampus maupun di pesantren mahasiswa. Salah satu kampanye positif yang dikembangkan di Pesantren Mahasiswa STIDKI Ar Rahmah adalah budaya ‘sang pejuang’, yang merupakan akronim dari nilai-nilai utama yang perlu ditumbuhkembangkan dalam diri mahasiswa STIDKI Ar-Rahmah sebagai para calon pemimpin ummat.

Secara filosofis, makna ‘sang pejuang’ memunculkan pesan bahwa seorang pemimpin harus selalu mempunyai semangat untuk tidak bermalas-malasan serta bersungguh-sungguh memperbaiki diri untuk berkontribusi terhadap bangsa dan agama.

‘Sang pejuang’ merupakan singkatan dari ‘San’ yang berarti ‘santun’. Sosok da’I hendaknya senantiasa bersikap santun dalam tingkah dan tutur kata, menghormati yang orang lain, menghargai perbedaan, dan serta menjadi agen penyatu ummat. Kemudian ‘G’ yang berarti ‘giat’. Sosok pemimpin harus punya semangat untuk melakukan aktivitas terbaik dan positif, bersegera dalam menuntaskan kewajiban, menciptakan atmosfir produktif, bukan yang bermalas-malasan.

Kemudian ‘Pe’ yang berarti ‘peduli’. Tidak bersifat abai terhadap lingkungan sosial, peduli dengan kawannya yang sedang sakit, peduli terhadap isu-isu keumatan dan kebangsaan. ‘Ju’ yang berarti ‘Jujur’ dan ‘An’ yang berarti ‘Amanah’. Artinya seorang pemimpin harus berusaha konsisten terhadap amanah yang dititipkan kepadanya, sekecil apapun amanah tersebut. Terakhir, ‘G’ yang berarti ‘Gemar membaca’.

Selain itu, pembiasaan positif dibangun agar para mahasiswa STIDKI Ar-Rahmah memiliki aktifitas produktif dan bermanfaat. Di antara pembiasaan positif tersebut adalah kebiasaan untuk tidak lepas dari Al-Wur’an, selalu memiliki semangat menghafal dan mengjaga hafalan, lebih dekat dengan qur’an, giat melakukan kewajiban sholat, giat membersihkan kamar dan tempat tidur, dan sebagainya.

Di sisi lain, BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) STIDKI Ar-Rahmah juga aktif melakukan gerakan-gerakan positif. Salah satunya gerakan 10 shaf terdepan. Ini dilakukan agar mereka memiliki atmosfir untuk berlomba-lomba dalam melakukan sholat berjamaah di masjid dan mengisi shaf terdepan.

Penegakan kedisiplinan pun dilakukan. Budaya hidup berdisiplin juga dibangun dari oleh dan untuk mahasiswa, seperti dalam pengelolaan kebersihan atau kedisiplinan dan budaya tawashi untuk mencapai target hafalan. Di samping itu, punishment juga diberlakukan bagi mereka yang tidak disiplin dengan bentuk yang beragam dalam rangka memberikan efek jera dan semangat perbaikan diri bagi mahasiswa.

STIDKI Ar-Rahmah memiliki berbagai ‘kegiatan lapangan’ seperti magang manajemen masjid dan Kuliah Kerja Dakwah. Dalam hal ini STIDKI Ar-Rahmah memberikan kesempatan-kesempatan kepada para mahasiswa untuk terjun di ‘lapangan’. STIDKI Ar-Rahmah pun melakukan kerjasama dengan berbagai masjid yang telah memiliki sistem manajemen yang matang seperti masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Masjid Al-Falah Surabaya, serta beberapa masjid model lainnya.

Tak ketinggalan, BEM STIDKI Ar-Rahmah juga memberangkatkan relawan mahasiswa untuk membantu korban gempa di beberapa daerah beberapa waktu lalu, seperti di Lombok dan Palu.

STIDKI Ar-Rahmah menerapkan pola pembelajaran yang tidak hanya berbentuk ceramah, tetapi juga diskusi dan presentasi. Ini berguna untuk membentuk kemampuan public speaking yang mumpuni bagi mahasiswa. Latihan public speaking serta penyediaan sarana praktek kultum dan ceramah di depan masyarakat umum juga menjadi wadah dan kesempatan mahasiswa untuk mengeksplor kemampuan dakwah mahasiswa.(ibadurrahman)

Leave a comment


Masukan kode ini .... disini: Reload Kode

0 Comments

Artikel Terbaru

Dhuha Taubat

Oleh ; KH. M. SHOLEH DREHEM,Lc   Bismillah.. Alh...Selengkapnya

Al Quran sebagai Pedoman Hidup

(Oleh: KH. Ahmad Mudhofar Jufri) Al-Qur’an diturunkan u...Selengkapnya

Memahami Al Quran, Modal Menjadi Manusia Unggul

Al Qur’an terdiri dari 30 juz yang ditafsirkan oleh ribuan jilid kitab tafsir, ribuan hadit...Selengkapnya

Berita Terbaru

Motivasi Semangat Menghafal Bersama Naja

Suasana Masjid Ar-Rahmah Jl. Teluk Buli Surabaya, Senin (24 Juni) pagi kemarin lain dari biasanya...Selengkapnya

Permintaan Lulusan STIDKI Terus Mengalir

Alhamdulillah… meski belum dinyatakan lulus menyelesaikan studi S-1 nya di STIDKI  Ar...Selengkapnya

23 Mahasiswa Sidang Skripsi

Dengan semangat dan persiapan yang matang, pagi hari itu Senin (17 Juni) itu, M. Ahnaf Dzikrullah...Selengkapnya