Memahami Al Quran, Modal Menjadi Manusia Unggul

Memahami Al Quran, Modal Menjadi Manusia Unggul

Al Qur’an terdiri dari 30 juz yang ditafsirkan oleh ribuan jilid kitab tafsir, ribuan hadits Rasulullah tercatat dalam sembilan kitab hadits utama (kutubut tis’ah) dan kitab hadits sekunder lainnya, serta perjalanan hidup Rasulullah dicatat dengan detil oleh sejumlah kitab sirah nabawiyah, di mana mengulas sosok seorang Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam secara utuh.

Dalam kata lain, sirah nabawiyah adalah biografi Muhammad bin Abdullah semasa hidup yang merupakan buah tafsir dari Al Qur’an. Syekh Darwazah, seorang sejarahwan dan mufassir, dalam bukunya yang berjudul ‘Sejarah Kenabian: Dalam Perspektif Tafsir Nuzuli’ ini mengisyaratkan bahwa Rasulullah merupakan Al Qur’an berjalan. Seluruh perilakunya bukan hanya sesuai dengan isi Al Qur’an tetapi juga memahami Al Qur’an tidak bisa lepas dari situasi dan kondisi yang dialami Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam.

Ada yang perlu kita perhatikan, bahwa dalam iman kita sebagai seorang muslim, kisah perjalanan beliau bukanlah perjalanan hidup biasa, melainkan rekaman usaha besar untuk menerapkan Al Qur’an di muka bumi. Al Qur’an lah yang memberi keistimewaan kepada periode hidup beliau. Boleh dikata, tidak akan ada sirah jika Al Qur’an tidak pernah turun.

Sirah sebenarnya merupakan Al-Quran yang hidup, sebagaimana Rasulullah sendiri adalah Al Qur’an yang berjalan. Seluruh hidup dan kehidupan Rasulullah telah didedikasikan untuk menegakkan Al Qur’an di muka bumi. Al Qur’an diterapkan sedemikian rupa sehingga periode kehidupan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan puncak prestasi manusia dalam mewujudkan kehendak Allah di muka bumi. Rasulullah berbicara tentang manusia biasa, akan tetapi ada aspek wahyu yang menyertai dirinya, sehingga segala tindakannya, sepanjang dinyatakan sebagai bagian dari syariat, dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah hukum, juga sifat-sifat Rasulullah yang mengikat umat di belakang beliau.

Kita tidak bisa mengelak darinya. Sehingga Rasulullah adalah sebenar-benarnya penerjemah Al Qur’an. Menerjemahkan tindak tanduk syariat Islam dalam Al Qur’an yang seharusnya dilakukan oleh hamba Allah Ta’ala. Sebagaimana dinyatakan oleh Aisyah radhiyallahu anha ketika ditanya tentang seperti apa akhlak Rasulullah, dijawabnya bahwa akhlak beliau adalah Al Qur’an. Beliau adalah The walking
Quran
, alias Al-Quran Berjalan.

Di sisi lain, karena mempelajari sirah tak mungkin lepas dari Al Qur’an, maka di sinilah pentingnya memahami tahap-tahap turunnya Al Qur’an, yang dalam disiplin ilmu-ilmu Al Qur’an disebut dengan tartib nuzulul wahyu (tata urutan/sistematika penurunan wahyu) dan marhalah nuzulul wahyu (fase-fase penurunan wahyu). Dalam Al Qur’an Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan banyak berzikir menyebut Allah.” (QS. al Ahzab: 21)

Dari ayat tersebut sepatutnya seorang muslim menjadikan sosok Rasulullah sebagai idola dan role model, dimana perilaku berliau adalah cerminan dari Al Qur’an. Al Qur’an sebagai warisan utama Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam menyimpan beragam jawaban  atas persoalan umat. Karena sifatnya yang abadi, maka Al Qur’an melampaui ruang dan waktu.

Al Qur’an diturunkan Allah Shubhanau wa ta’ala jauh sebelum kemajuan ilmu, teknologi dan temuan ilmiah saat ini ramai didengungkan. Ribuan ayat Al Qur’an yang Allah Ta’ala turunkan tak jauh dari tujuan Al Qur’an sebagai Hudan (petunjuk), Rahmat (sumber kasih sayang) juga Syifa (obat) bagai segala kagalauan jiwa. Seperti halnya Rasulullah, menjadi sosok penuh kasih, rahmat dan penjawab pertanyaan umat tentang syariat Islam.(ibadurrahman)

Leave a comment


Masukan kode ini .... disini: Reload Kode

0 Comments

Artikel Terbaru

Masjidku, Rumah Keduaku

Bismillah... Alhamdulillah was-sgolasti was-salaamu ‘ala Rasulillah SAW wa aalihi wa...Selengkapnya

Tinggalkan Keraguan

(Oleh: Ust. Ahmad Habibul Muiz) Dari Abu Muhammad Al-Hasan bi...Selengkapnya

Berlindung dari Segala Keburukan

(Oleh: Ustadz Ahmad Mudzoffar Jufri, MA) Firman Allah SWT: Katakanlah: Aku berlindu...Selengkapnya

Berita Terbaru

Ikuti Pembinaan Wasbang di Korem 084 BJ Sidoarjo

Sungguh besar harapan STIDKI Ar-Rahmah Surabaya agar para mahasiswa barunya benar-benar telah sia...Selengkapnya

Jalin Sinergitas dengan Griya Quran dan Suara Muslim Network

Kembali STIDKI Ar-Rahmah Surabaya menjalin sinergi dengan pihak ketiga dalam rangka peningkatan k...Selengkapnya

Orientasi Maba Sebelum Kuliah

Serangkaian acara penyambutan mahasiswa baru STIDKI Ar-Rahmah tahun akademik 2018/2019 masih teru...Selengkapnya