Kuliah Perdana Dimulai Hari Ini

Kuliah Perdana Dimulai Hari Ini

(Oleh : Ust. Ahmad Habibul Muiz)

Alhamdulillah…, setelah melalui serangkaian proses panjang penjaringan hingga penetapan mahasiswa baru,  masa perkuliahan perdana tahun akademik 2019/2020  STIDKI Ar-Rahmah hari ini (Senin, 29 Juli) dimulai. Hari ini pula mahasiswa baru itu mulai berproses belajar dan berjuang untuk menjadi sosok pemimpin Islam masa depan dengan kemampuan multi kompetensi baik secara keilmuan dan pengetahuan maupun skill dan ketrampilan serta kualitas leadership yang handal.

Dalam struktur kehidupan sosial, kepemimpinan adalah salah satu aspek penting yang harus mendapatkan porsi perhatian yang serius untuk mewujudkannya. STIDKI Ar-Rahmah Surabaya adalah salah satu lembaga yang berikhtiar melahirkan pemimpin-pemimpin yang handal, yang tak hanya hafal Al Qur’an 30 juz namun juga memiliki kompetensi keislaman dan dakwah, serta kompetensi manajerial dan leadership agar mampu menggerakkan dan mengelola ummat.

Memang tidak mudah merencanakan dan mempersiapkan pemimpin yang seperti itu, apalagi jika dihadapkan pada kompleksitas kehidupan yang makin dinamis dan kompetitif dalam berbagai hal, baik pada skala mikro maupun makro. Namun demikian optimisme untuk merealisasikannya harus menjadi bagian dari arah kebijakan dan masuk dalam prioritas program perencanaan.

Kepemimpinan dalam pandangan Islam berakar pada keimanan dan kesediaan untuk berserah diri kepada Allah Yang Maha Pencipta. Kepemimpinan Islam merupakan fitrah bagi setiap manusia dan manusia diamanahi oleh Allah untuk menjadi Khalifah Allah (wakil Allah) di muka bumi (Q.S. Al Baqarah/2: 30).

Pemimpin bertugas merealisasi misi sucinya sebagai pembawa rahmat bagi alam semesta. Selain itu manusia juga berfungsi sebagai (hamba Allah) yang senantiasa patuh dan terpanggil untuk mengabdikan segenap dedikasinya di jalan Allah. Sabda Rasullulah SAW dalam Hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari menyebutkan bahwa: “Setiap kamu adalah pemimpin (pelindung) dan bertanggung jawab terhadap apa yang dipimpinnya”.

Rasulullah, adalah tauladan bagi umat dalam segala aspek kehidupan, khususnya dalam hal kepemimpinan ini beliau adalah sosok yang mencontohkan kepemimpinan paripurna dimana kepentingan umat adalah prioritas bagi beliau. Maka sangatlah tepat apabila kita sangat mengidealkan visi dan model kepemimpinan Muhammad (sang revolusioner yang legendaris, manusia mulia kekasih Allah). Kepemimpinan dalam terminologi Islam memiliki nilai-nilai syariah dan filosofis yang sangat fundamental, dan disebutkan dengan beberapa isilah sebagai berikut.

Pertama, disebut dengan kata ro’i. Istilah ro’i mencakup kepemimpinan negara, masyarakat, rumah-tangga, kepemimpinan moral, yang mencakup juga kepemimpinan laki-laki maupun perempuan. Oleh karena itu, tak seorang pun di dunia ini lepas dari tanggung jawab kepemimpinan, minimal terhadap dirinya sendiri. Setiap orang mengemban amanah, dan setiap amanah pasti akan dimintai pertanggungjawabannya. Artinya kepemimpinan dalam terminologi ro’i menyiratkan pentingnya makna ri’ayah yang artinya menggembala, memelihara, mengarahkan, dan memberdayakan orangorang yang dipimpinnya (ra’iyah).

Kedua, imam. Artinya pemimpin yang selalu berada di depan. Kata imam seakar dengan kata amam (di depan). Sehingga dalam terminologi ini, imam adalah pemimpin yang berfungsi sebagai teladan dan sosok panutan yang membimbing orang-orang yang dipimpinnya.

Imam Ibnul Qoyim telah mengemukakan dalam kajian kepemimpinan, bahwa: kata imam juga berarti ma`mum. Dengan pengertian ini, maka seorang pemimpin selain siap untuk menjadi imam, ia juga harus siap untuk menjadi ma`mum. Imam, selain bertugas mengarahkan ma’mum, pada saat yang sama ia pun harus siap dikritik dan diingatkan oleh ma’mum. Sebagaimana pada shalat berjamaah, ketika imam melakukan kesalahan, ma`mum wajib mengingatkannya dengan ucapan subhanallah. Dan imam harus siap mendengarkan peringatan ma`mum.

Ketiga, khalifah. Secara terminology artinya pengganti kepemimpinan Rasulullah SAW. Ibnu Khaldun mengatakan bahwa : kepemimpinan dalam terminologi khalifah juga berarti menyiapkan kepemimpinan berikutnya sesuai dengan aturan syari’ah demi tercapainya kemashlahat duniawi dan ukhrowi. Kata khalifah seakar dengan kata khalfun (belakang).Ini artinya, seorang pemimpin bukan saja harus mempersiapkan generasi pemimpin penggantinya, ia juga harus siap melanjutkan kepemimpinan sebelumnya.

Keempat, amir. Artinya pemerintah. Kita wajib menaati seorang pemimpin (amir) apapun warna kulitnya, bentuk rupanya, kaya atau miskin, selama pemimpin itu berada dalam bimbingan wahyu Allah sebagaimana firman-Nya “Hai orang-orang yang beriman taatilah Allah dan taatilah Rasul-(Nya) dan ulil amri di antara kalian.” [An-Nisaa: 59]. Kata amir juga berarti ma`mur (yang diperintah). Ini artinya, seorang pemimpin selain menjalankan fungsifungsi pemerintahan, ia juga harus siap diperintah oleh rakyatnya dalam hal yang mengandung kemaslahatan untuk semua. Ibnu Mandzur mengatakan, Amir adalah penguasa yang mengatur pemerintahannya di antara rakyatnya.” (lihat; Lisanu Arab: 4/31). Kata ulil amri juga dapat didefinisikan yaitu; para pemilik otoritas dalam urusan umat. Mereka adalah orang-orang yang memegang kendali semua urusan. (Al-Mufradat, 25)  (*)

 

Leave a comment


Masukan kode ini .... disini: Reload Kode

0 Comments

Artikel Terbaru

Istiqomah Berdzikir

Oleh : Ust. Muhammad Sholeh Drehem Lc Pada hakekatnya, setiap lafal dzikir ma&rsq...Selengkapnya

Kebenaran, Kebaikan dan Peluang

(Oleh: KH. Ahmad Mudhofar Jufri) Kebenaran dan kebaikan itu dari dan milik Allah....Selengkapnya

MENYIKAPI UJIAN

Oleh KH M Sholeh Drehem,Lc   Bismillah... LaKAL ...Selengkapnya

Berita Terbaru

Kita Layak Memimpin

Ustadz Shobikh pada Upacara HUT Kemerdekaan ke-74: Kita Layak Memimpin ...Selengkapnya

Kita Layak Memimpin

Ustadz Shobikh pada Upacara HUT Kemerdekaan ke-74: Kita Layak Memimpin ...Selengkapnya

Setiap Masjid Harus Memiliki Gerai

Ilmu itu diikat dengan mencatat. Itulah sepenggal kalimat yang diucapkan Ustadz Fathurrahman Ma...Selengkapnya