Prof Zahro: Kepedulian terhadap Jamaah Harus Total

Prof Zahro: Kepedulian terhadap Jamaah Harus Total

Salah satu unsur yang sangat penting dan harus diperhatikan para takmir dan imam masjid di jaman sekarang ini adalah bagaimana kepedulian terhadap jamaah.  Imam masjid harus mendahulukan unsur kemanusiaan, agar jamaah betah di masjid.
“Imam yang baik adalah imam yang dicintai jamaah sehingga jamaah senang ke masjid. Sehebat apapun menjadi imam masjid tapi bila masih terbawa arus sekat-sekat golongan ini itu, tetap akan susah memakmurkan masjid,” demikian ditandaskan Prof. Dr. KH. Ahmad Zahro, MA (Imam Besar Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Ketua Ikatan Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) Seluruh Indonesia) dalam Kuliah Umum bertema "Optimalisasi Peran Masjid di Era 4.0" di depan segenap sivitas akademika STIDKI Ar-Rahmah yang berlangsung di aula asrama kampus, Kamis kemarin.
Lebih lanjut Prof. Zahro menambahkan, agar jamaah merasa nyaman di masjid seorang imam atau takmir haruslah ‘back to human’, kembali ke kemanusiaan, mengedepankan kepedulian dan bisa memanusiakan jamaah. Imam atau takmir masjid seyogyanya menjaga kesantunan sehingga nyambung dengan jamaah. Karena itu jadikan kepentingan jamaah sebagai bagian dari upaya memakmurkan masjid. Kepedulian pun harus total sehingga bisa merangkul jamaah dan masjid pun disukai jamaah.
Kiat lain agar peran masjid bisa optimal di era ‘cyber’ ini adalah dengan pemberdayaan ekonomi melalui masjid. Jadilah pemimpin masjid sebagai manajer yang peduli jamaah termasuk peduli sektor ekonominya. “Sekarang ini saya sedang kampanye gerakan bagaimana supaya masjid itu punya gerai, hingga bisa membangkitkan sektor ekonomi yang sementara ini masih dikuasai orang lain,” tambah Prof Zahro. Alhamdulillah salah satu program STIDKI Ar-Rahmah yang sedang berlangsung adalah pemberdayaan ekonomi melalui masjid ini.
Agar upaya optimalisasi peran masjid bisa berjalan, kemampuan berkomunikasi atau silaturrahim harus dimiliki imam atau takmir masjid. Kemampuan berkomunikasi ini tak hanya antar takmir namun juga dengan jamaah. Bila ada orang ke masjid, meskipun tidak kenal, usahakan sempat nyalami mereka, itu dampaknya luar biasa. Jangan menjadi imam atau takmir yang terkesan cuek dengan jamaah. 
Berikutnya fasilitasi jamaah dengan fasilitas yang bersih dan nyaman. Pengelola harus punya kepedulian untuk menyamankan dan embuat jamaah betah di masjid, termasuk urusan kebersihan dan sanitasi. “Karpet harus bersih jangan yang berdebu dan berbau, masuk kamar kecil pun bersih dan harum,” tambah Prof. Zahro.
Dan terakhir, manjakan jamaah dengan memberinya konsumsi. Dananya bisa diambilkan dari kas masjid atau donatur khusus. Masjid boleh memberi konsumsi jamaah dengan niat untuk memakmurkan masjid, tentu sesuai kemampuan masjid. 
Berlangsung selama hampir 2 jam, kuliah umum tersebut mendapat sambutan interaktif dari para mahasiswa. Tak sedikit mereka yang menanyakan problem kemasjidan yang umumnya terjadi di masyarakat.(*)

Leave a comment


Masukan kode ini .... disini: Reload Kode

0 Comments

Artikel Terbaru

Hati-hati dengan Dendam

Oleh: KH. Muhammad Sholeh Drehem, Lc   Bismillah... ...Selengkapnya

Buah Kesempurnaan Iman

Oleh: Ustadz Herma Musyanto, S.Si. Perihal pentingnya akhlak dalam kehidupan s...Selengkapnya

Mengenal Konsep Islam Moderat

Oleh: Ust. Fathurrahman MS, Lc, MA, M.Ed.   Kerap kita mendenga...Selengkapnya

Berita Terbaru

Sinergi Qurani Membangun Negeri Melalui Tahfizh Awards 2019

Dalam rangka turut serta menguatkan sinergitas dan kolaborasi antar berbagai lembaga penggiat t...Selengkapnya

2 Mahasiswa Raih Juara di MTQ Jatim ke-28

Alhamdulillah… prestasi gemilang kembali diukir mahasiswa STIDKI Ar-Rahmah Surabaya. Prest...Selengkapnya

Turut Berduka Cita atas Wafatnya Bapak Moch. Hasyim,SE

Segenap Civitas Akademika STIDKI AR RAHMAH Surabaya turut berduka cita atas wafatnya  Bapak ...Selengkapnya