Setiap Masjid Harus Memiliki Gerai

Setiap Masjid Harus Memiliki Gerai

Ilmu itu diikat dengan mencatat. Itulah sepenggal kalimat yang diucapkan Ustadz Fathurrahman Masrukan, dosen STIDKI Ar Rahmah Surabaya, dalam sambutannya pada agenda Muhadhorah Ammah, Kamis (8/8) di Aula Pesantren Mahasiswa. 
Muhadhorah Ammah kali ini mengusung tema “Optimalisasi Peran Masjid Di Era 4.0” yang dibersamai oleh Prof. Dr. KH. Ahmad Zahro, MA. Ditemani oleh beberapa pimpinan STIDKI Ar-Rahmah, seperti, Ustadz Muhammad Sholeh Drehem, Ustadz Mudzhoffar, dan Asatidz lainnya. Profil kehidupan Prof. Dr. KH. Ahmad Zahro, MA., sangat sahaja. Akan tetapi, beliau memiliki banyak pengalaman yang tak biasa. 
Membahas beberapa golongan organisasi yang beragam, hingga mampu menyatukan semua golongan dengan media masjid sebagai pondasi utama. Menerut beliau, takmir masjid harus mampu membuat jamaah (mukim dan musafir) nyaman di masjid terkait. Ingat, takmir masjid akan mendapat royalty (pahala jariyah) ketika memberikan pelayanan yang terbaik bagi siapa pun yang hendak mampir di masjid. 
Sudah saatnya takmir masjid tidak kaku (peka) terhadap pelayanan bagi jamaah. Sudah saatnya tidak saling tikai satu golongan dengan golongan yang lain. Perlu diketahui, sifat fanatik terhadap satu golongan saja berdampak buruk bagi banyak hal. Agama Islam oleh Rasulullah SAW memiliki banyak keberagaman dalam satu keadaan. Contoh, bacaan iftitah di awal sholat ada 12 ragam. Bahkan boleh (tidak mengapa) tidak dilafalkan, sholat tetap sah.
Tidak hanya itu, Prof. Dr. KH. Ahmad Zahro, MA., juga menganjurkan bahwa tiap masjid sudah harus naik level. Maksudnya? Ya, setiap masjid harus memiliki gerai (mart) bagi kebutuhan sembako jamaah atau lingkungan sekitar. Hal ini mengacu pada survei yang menyatakan bahwa setiap uang kembalian (susuk, red=Jawa) ketika berbelanja setiap muslim di Indonesia, satu hari dapat mencapai 6 milyar rupiah. Maka kejelian takmir masjid pada bab ini harus ditekankan. 
Ada pula kesadaran yang tinggi serta edukasi yang baik bagi setiap jamaah, dalam membelanjakan uang, mengharuskan putaran uang belanjaan masih berada dalam perekonomian saudara, tetangga, atau kerabat muslim lainnya. Walau memang tidak sepenuhnya berada di tangan kaum Muslimin, namun setidaknya ini menjadi awal kebangkitan (perekonomian) umat Muslim di Indonesia. Sehingga masjid menjadi penggerak kebutuhan hidup tiap-tiap keluarga Muslim. (Fatih Alqarni, Mahasiswa STIDKI Ar Rahmah, semester VII)

Leave a comment


Masukan kode ini .... disini: Reload Kode

0 Comments

Artikel Terbaru

Istiqomah Berdzikir

Oleh : Ust. Muhammad Sholeh Drehem Lc Pada hakekatnya, setiap lafal dzikir ma&rsq...Selengkapnya

Kebenaran, Kebaikan dan Peluang

(Oleh: KH. Ahmad Mudhofar Jufri) Kebenaran dan kebaikan itu dari dan milik Allah....Selengkapnya

MENYIKAPI UJIAN

Oleh KH M Sholeh Drehem,Lc   Bismillah... LaKAL ...Selengkapnya

Berita Terbaru

Kita Layak Memimpin

Ustadz Shobikh pada Upacara HUT Kemerdekaan ke-74: Kita Layak Memimpin ...Selengkapnya

Kita Layak Memimpin

Ustadz Shobikh pada Upacara HUT Kemerdekaan ke-74: Kita Layak Memimpin ...Selengkapnya

Setiap Masjid Harus Memiliki Gerai

Ilmu itu diikat dengan mencatat. Itulah sepenggal kalimat yang diucapkan Ustadz Fathurrahman Ma...Selengkapnya