Istiqomah Berdzikir

Istiqomah Berdzikir

Oleh : Ust. Muhammad Sholeh Drehem Lc
Pada hakekatnya, setiap lafal dzikir ma’tsur dari Al-Qur’an dan As-Sunnah adalah spesial. Karena dzikrullah secara umum memang merupakan salah satu bentuk amal ibadah spesial. Sampai-sampai, karena saking spesialnya, ia dapat berfungsi sebagai penutup kekurangan dan pengganti (dari aspek nilai dan pahala, bukan secara hukum) bagi ibadah-ibadah lain yang terlewatkan penunaiannya.
Dari Abdullah bin Busr radhiyallahu ‘anhu bahwa, ada seorang laki-laki berkata: wahai Rasulullah, sesungguhnya syari’at-syari’at Islam (terasa) telah begitu banyak bagiku (sehingga aku takut tidak mampu memenuhinya). Maka mohon beritahukan kepadaku sesuatu (amalan) yang dapat aku jadikan sebagai pegangan (dan yang bisa menutup kekurangan-kekuranganku dalam amal ibadah lain)! Beliaupun bersabda: “Hendaknya lidahmu senantiasa basah karena berdzikir kepada Allah.” (HR. At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad).
Namun demikian, disaat yang sama, tetap terdapat lafal-lafal dzikir ma’tsur yang dinilai lebih spesial diantara lafal-lafal dzikir yang ada. Dan berikut ini sebagiannya.
1. Subhanallah / Maha Suci-lah Allah; Al-hamdu lillah / Segala puji bagi Allah; / Laa ilaaha illallah / Tiada tuhan yang berhak diibadahi kecuali Allah; / Allahu Akbar / Allah Maha Besar. Empat serangkai lafal dzikir maktsur tersingkat namun sekaligus teristimewa, inilah yang harus selalu mengisi hati sekaligus membasahi lisan setiap muslim dan muslimah, dalam keseharian masing-masing. Baik untuk dibaca sendiri-sendiri secara terpisah, maupun dengan cara digabung.
Dari Abu Dzar ra. bahwa, beberapa orang sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bertanya kepada Beliau, “Wahai Rasulullah, orang-orang kaya telah menguasai dan mendominasi seluruh pahala. Mereka shalat seperti kami (yang miskin) juga shalat dan puasa seperti kami puasa. Namun (selain itu) mereka bisa bersedekah dengan kelebihan harta mereka (sementara kami tidak bisa)” Maka Beliau pun bersabda: “Bukankah Allah telah menjadikan berbagai macam cara bagi kalian agar juga bisa bersedekah (seperti mereka)? Setiap lafal tasbih adalah sedekah, setiap lafal takbir adalah sedekah, setiap lafal tahmid adalah sedekah, setiap lafal tahlil adalah sedekah…” (HR. Muslim).
2. “Subhaanallahi wa bihamdih”(Maha Suci Allah, dan Maha Terpuji-lah Dia).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda bahwa, barangsiapa membaca dzikir ini dalam sehari 100 x, maka akan terhapuslah dosa-dosanya, meskipun sebanyak buih lautan (HR. Muttafaq ’alaih).
3. “Subhaanallahil-‘adziim” (Maha Suci-lah Allah Yang Maha Agung).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda bahwa, ada dua lafal dzikir yang ringan di lisan, namun berat dalam timbangan (di Akhirat), dan sangat dicintai oleh Allah Dzat Pemberi rahmat, yaitu: Subhaanallahil-’Adziim, dan Subhaanallahi wa bihamdih.(HR. Muttafaq ’alaih).
4. “Laa ilaaha illaa Anta, subhaanaka, innii kuntu minadz-dzaalimiin” (Tiada tuhan yang berhak diibadahi kecuali Engkau. Maha Suci-lah Engkau. (Aku mengakui) sesungguhnya aku termasuk golongan orang-orang suka berlaku dzalim).

Leave a comment


Masukan kode ini .... disini: Reload Kode

0 Comments

Artikel Terbaru

Menata Pemahaman Keislaman Kita

(Oleh: KH. Ahmad Mudhofar Jufri) Ini merupakan topik terfavor...Selengkapnya

ANTARA DOSA & KESUSAHAN

Oleh : KH. M. Sholeh Drehem, Lc   Bismillah... L...Selengkapnya

Sebagian Prasangka itu Dosa

Oleh : KH. Muhammad Sholeh Drehem, Lc. M.Ag. Jauhi dan hindarilah untuk berpra...Selengkapnya

Berita Terbaru

Kita Layak Memimpin

Ustadz Shobikh pada Upacara HUT Kemerdekaan ke-74: Kita Layak Memimpin ...Selengkapnya

Kita Layak Memimpin

Ustadz Shobikh pada Upacara HUT Kemerdekaan ke-74: Kita Layak Memimpin ...Selengkapnya

Setiap Masjid Harus Memiliki Gerai

Ilmu itu diikat dengan mencatat. Itulah sepenggal kalimat yang diucapkan Ustadz Fathurrahman Ma...Selengkapnya