Menjaga Keikhlasan Hati

Menjaga Keikhlasan Hati

( Oleh: KH. Muhammad Sholeh Drehem Lc.)

Segala amal yang manusia lakukan intinya adalah pada niat manusia itu. Sehingga jika seorang melakukan sebuah perbuatan yang dilihat orang lain buruk bukan berarti nilai dari perbuatan itu juga buruk. Hal ini juga berlaku untuk sebaliknya, dimana jika seorang melakukan sebuah perbuatan yang dilihat orang lain baik bukan berarti nilai dari perbuatan itu juga baik.

Pentingnya sebuah niat dalam amal perbuatan juga sering diingatkan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam melalui hadits-haditsnya. Seperti hadits berikut: “Sesungguhnya semua amalan itu tergantung dengan niat, dan setiap orang mendapatkan apa yang dia niatkan.” (HR. Bukhâri, no. 1; Muslim, no. 1907; dari Umar bin al-Khaththâb Radhiyallahu anhu)

Niat adalah kerja hati. Niatlah yang menjadi syarat penerimaan sebuah amal dengan diikuti sebuah keikhlasan. Sedangkan niat ikhlas sendiri mempunyai arti sebuah keinginan untuk mendapatkan ridha Allah SWT.

Karena itu, hati manusia harus bicara terlebih dahulu sebelum melakukan sebuah pekerjaan. Berbicara atau berniat untuk melakukan pekerjaan karena mengharapkan Ridha Allah SWT. Jika pun melakukan pekerjaan tanpa ucapan hati seperit itu, maka amal kita sia-sia, Na’udzubillah.

Perilaku seperti ini memang memerlukan sebuah kesadaran, latihan dan pembiasaan secara berkesinambungan. Maka dari itu mari saling mengingatkan baik untuk diri sendiri, keluarga, maupun orang lain.

Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus. (QS. Al- Bayyinah: 5)

Selamat berjuang untuk ikhlas selalu, semoga Allah menerima semua amal shalih kita, jangan lupa doakan para mujahidin fi sabilillah yang mukhlisin di seluruh dunia dan selamat berjihad untuk iman yang lebih kuat.

Ya Rahman… Jaga hati kami, luruskan niat kami, dan karuniai kami keikhlasan pada setiap perilaku kami. Aamiin. (*)

Leave a comment


Masukan kode ini .... disini: Reload Kode

0 Comments

Artikel Terbaru

Waktu Fajar sebagai Lambang Kehidupan

(Oleh : Ust. Ahmad Habibul Muiz)   Rasulullah shalallahu alaihi...Selengkapnya

Kiat Menghilangkan Sikap Egoistis

Oleh: KH. Muhammad Sholeh Drehem, Lc   Bismillah... ...Selengkapnya

Inilah JALAN Bahagia

Oleh: KH. Muhammad Sholeh Drehem, Lc   Bismillah.. ...Selengkapnya

Berita Terbaru

Menjadi Imam di Dalam dan di Luar Masjid

Proses pendaftaran mahasiswa baru (PMB) STIDKI Ar-Rahmah tahun ini sudah memasuki bulan kedua. Ad...Selengkapnya

Workshop Penulisan Jurnal dan Karya Ilmiah

Menyusul sukses workshop pertama awal Januari lalu, kembali di awal Pebruari ini STIDKI Ar-Rahm...Selengkapnya

Workshop 5R untuk Seluruh Karyawan

Segenap Keluarga Besar Yayasan Ibadurrahman memadati aula Asrama Mahasiswa STIDKI Ar-Rahmah Surab...Selengkapnya