Tafakkur sebagai Proses Tazkiyah

Tafakkur sebagai Proses Tazkiyah

 (Oleh : Ust. Ahmad Habibul Muiz)

Di dalam kehidupan sehari-hari sebenarnya banyak sarana yang bisa dilakukan sebagai sarana tazkiyah. Dan di antara media itu adalah tafakkur, merenungi dan memikirkan, tentang tanda-tanda alam dan kejadian di sekitarnya.

Proses tafakkur hanya dilakukan terhadap makhluk Allah. Kita sebagai hamba Allah hanya boleh berfikir dan menganalisa tentang makhluk Allah saja, tak boleh terlalu dalam membicarakan dzat Allah SWT di luar bingkai ketentuan yang telah Allah dan Rasul jelaskan. Silahkan merenungi dan berfikir tentang ciptaan Allah.

Ketahuilah bahwa semua yang terjadi di alam semesta ini hakikatnya adalah kehendak Allah. Setiap yang Allah ciptakan, baik yang skalanya besar hingga kecil sekalipun semuanya memiliki keajaiban-keajaiban, hikmah-hikmah di dalamnya, tak ada yang sia-sia.

Allah SWT berfirman, “Orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), ‘Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia’.” (QS Ali Imran [3]: 191).

Pernahkah kita merenung hingga membuat hati kita makin hidup dan taat kepada Allah? Yang sering terjadi pada kita, semua peristiwa berlalu begitu saja, tidak pernah kita ambil hikmahnya, selesai lewat, tanpa ada proses tafakkur bahwa ada keajaiban-keajaiban  di balik semua itu, hingga sampai pada pengakuan kita akan kebesaran Allah SWT.  Tafakkur adalah sebuah proses yang akan membuat jiwa kita makin baik. Imam Ghazali mengajak kita berfikir tentang diri kita, agar kita bisa menghayati diri kita itu sebenarnya, dan jadikan ini sebagai sebuah proses tazkiyah.

Dalam QS. Al Hajj ayat 5: “… maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya… “

Juga dalam QS Al Mukmin 12-13 : "Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim)."

Seorang ahli spesialis syaraf menjelaskan susunan saraf otak manusia itu berisi miliaran sel yang tersusun sedemikian rupa hingga jika 1 sel saja yang bermasalah, maka sistem saraf tersebut tidak berjalan dan dampaknya sangat besar. Sering terjadi kasus korban tabrakan yang gegar otak, memang benar secara fisik nampak, namun memorinya hilang dan tidak sempurna.

Beragam fenomena diri seperti itu mestinya menjadi sebuah renungan bagi kita. Kita lebih suka memandang sesuatu yang riil, kelihatan, dibanding sesuatu yang abstrak. Kita sering dimotivasi tentang nikmat surga namun sepertinya tidak tertarik. Namun jika ada sponsor handphone baru dengan diskon tertentu, kita bahkan rela antri berjam-jam.  Jarang kita bertafakkur tentang sesuatu yang sifatnya nilai yang dengannya jiwa kita hidup, namun lebih sering menyukai sesuatu duniawi. Jarang kita sejenak merenung, kita tenggelam dalam rutinitas.

Maka marilah senantiasa sempatkan tafakkur, sehingga sampai pada penghayatan tentang kebesaran Allah SWT dan kitapun benar-benar menghamba kepada-Nya. Mari jadikan diri kita ini sebagai media untuk bertafakkur agar jiwa hidup dan benar-benar menjadi hamba Allah yang lebih baik lagi.

Mari jadikan proses tafakkur ini bukan sekedar untuk menghasilkan sebuah pengetahuan, namun lebih dari itu, jadikan tafakkur sebagai proses kita untuk mentazkiyah. Semoga jiwa kita semakin hari semakin bersih, kuat dan dekat kepada Allah SWT. (*)

Leave a comment


Masukan kode ini .... disini: Reload Kode

0 Comments

Artikel Terbaru

Menata Pemahaman Keislaman Kita

(Oleh: KH. Ahmad Mudhofar Jufri) Ini merupakan topik terfavor...Selengkapnya

ANTARA DOSA & KESUSAHAN

Oleh : KH. M. Sholeh Drehem, Lc   Bismillah... L...Selengkapnya

Sebagian Prasangka itu Dosa

Oleh : KH. Muhammad Sholeh Drehem, Lc. M.Ag. Jauhi dan hindarilah untuk berpra...Selengkapnya

Berita Terbaru

Kita Layak Memimpin

Ustadz Shobikh pada Upacara HUT Kemerdekaan ke-74: Kita Layak Memimpin ...Selengkapnya

Kita Layak Memimpin

Ustadz Shobikh pada Upacara HUT Kemerdekaan ke-74: Kita Layak Memimpin ...Selengkapnya

Setiap Masjid Harus Memiliki Gerai

Ilmu itu diikat dengan mencatat. Itulah sepenggal kalimat yang diucapkan Ustadz Fathurrahman Ma...Selengkapnya