Buah Kesempurnaan Iman

Buah Kesempurnaan Iman

Oleh: Ustadz Herma Musyanto, S.Si.

Perihal pentingnya akhlak dalam kehidupan sehari-hari sudah banyak bertebaran dalilnya. Secara umum akhlakul karimah, karakter-karakter baik itu, sesungguhnya merupakan nilai-nilai universal yang semua orang pasti sepakat.

Namun kenyataanya di lapangan tidak seperti yang diharapkan, dan ini menjadi ironi buat kita. Misi Rasulullah adalah menyempurnakan akhlak, namun saat beliau berdakwah bukan itu pertama kali yang menjadi sasaran. Selama 13 tahun di fase Mekkah titik berat dakwah beliau adalah dengan memperkuat aqidah,  maka ayat ayat yang turun di Mekkah tentang penguatan aqidah. Ini kemudian relevan dengan sabda beliau, “Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.”  Ternyata akhlak merupakan buah dari kesempurnaan iman.

“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, (QS. 14:24) pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Rabbnya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat. (QS. 14:25) Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi, tidak dapat tetap (tegak) sedikit pun. (QS. 14:26)” (QS. Ibrahim: 24-26).

Maka siapapun orangnya pasti suka mendekat dengan kalimat-kalimat yang baik, pohon-pohon yang baik tersebut. Siapapun ingin berteduh dan memetik buahnya. Luar biasa perumpamaan ini. Muslim dengan aqidah yang kuat pasti akan menjadi tempat orang lain untuk beteduh. Tidak ada orang yang membencinya.

Pertanyaannya apakah kita sudah memilki gambaran pohon yang baik itu? Ini tentu menjadi instropeksi bagi kita agar senantiasa mengikuti Rasululallh dalam gerak hidup keseharian kita. Tidak ada contoh representatif kecuali beliau. Allah SWT telah berikan predikat beliau manusia agung dengan akhlak yang agung.

Dengan kekuatan aqidah dan keutamaan akhlak, maka apapun yang kita lakukan dalam hidup ini haruslah semata-mata karena Allah. Saya makan, berangkat ke kantor, tidak menipu, sholat ke masjid, membaca Al Qur’an, mendidik anak-anak menjadi baik, dan lain sebagainya, itu semua karena Allah. Seluruh hidup kita, jalan pikiran, keinginan, batasan-batasan kita, semua dinisbahkan untuk Allah. Maka  bila kita mampu melakukan ini kita akan mampu mendekati gambaran pohon yang rindang tersebut.

Al Qur’an sudah memberikan gambaran umum dan dirinci Rasululalh, maka kita bisa melihat sosok teladan bagaimana misalnya saat beliau melakukan perdagangan, memegang janji, menjaga waktu waktu sholat, komitmen dengan ibadah, cinta beliau kepada kita umatnya, betapa besar harapan beliau agar umatnya masuk surga, bagaimana beliau menjaga keluarganya, semua sudah ada gambarannya.

Memang dalam kenyataanya kita harus bergelut pada potensi yang ada dalam diri kita masing masing yakni nilai-nilai kebaiakan untuk menjadi orang yang baik selalu berhadapan dengan hawa nafsu yang ingin kita sebaliknya. Nafsu ini mencoba menarik-narik keinginan jadi manusia mulia. Maka tentu dibutuhkan perjuangan.

Kita harus berlomba-lomba untuk melakukan kebaikan, dengan cara memberikan yang terbaik pada amanah yang kita emban. Di kantor misalnya, kita bekerja karena amanah, bukan karena atasan. Maka jadilah yang terbaik karena itu yang akan dicari setiap orang. Ini sunnatullah. (*)

Leave a comment


Masukan kode ini .... disini: Reload Kode

0 Comments

Artikel Terbaru

Hati-hati dengan Dendam

Oleh: KH. Muhammad Sholeh Drehem, Lc   Bismillah... ...Selengkapnya

Buah Kesempurnaan Iman

Oleh: Ustadz Herma Musyanto, S.Si. Perihal pentingnya akhlak dalam kehidupan s...Selengkapnya

Mengenal Konsep Islam Moderat

Oleh: Ust. Fathurrahman MS, Lc, MA, M.Ed.   Kerap kita mendenga...Selengkapnya

Berita Terbaru

Sinergi Qurani Membangun Negeri Melalui Tahfizh Awards 2019

Dalam rangka turut serta menguatkan sinergitas dan kolaborasi antar berbagai lembaga penggiat t...Selengkapnya

2 Mahasiswa Raih Juara di MTQ Jatim ke-28

Alhamdulillah… prestasi gemilang kembali diukir mahasiswa STIDKI Ar-Rahmah Surabaya. Prest...Selengkapnya

Turut Berduka Cita atas Wafatnya Bapak Moch. Hasyim,SE

Segenap Civitas Akademika STIDKI AR RAHMAH Surabaya turut berduka cita atas wafatnya  Bapak ...Selengkapnya