Workshop 5R untuk Seluruh Karyawan

Workshop 5R untuk Seluruh Karyawan

Segenap Keluarga Besar Yayasan Ibadurrahman memadati aula Asrama Mahasiswa STIDKI Ar-Rahmah Surabaya, Senin (28 Januari) kemarin. Di pagi hari itu, seluruh karyawan STIDKI Ar-Rahmah tersebut berkumpul untuk mengikuti sebuah even yang bisa dibilang sederhana namun penuh arti : Workshop 5R.

Workshop 5R adalah sebuah pencerahan singkat tentang bagaimana seluruh karyawan STIDKI Ar-Rahmah membiasakan 5R (ringkas, rapi, resik, rawat, rajin) dalam setiap aktivitas pengabdiannya di kampus.

Workshop diawali dengan tilawah, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan taujih dari KH. Muhamad Soleh Drehem, Lc, selaku Dewan Pembina Yayasan Ibadurrahman. Dari awal hingga akhir, alhamdulillah acara berjalan lancar, dan diharapkan bisa menjadi motivasi bagi seluruh karyawan untuk meningkatkan kinerja dan pengabdiannya.

Konsep 5R dilandasi sebuah konsep bahwa setiap institusi pasti mengharapkan suatu lingkungan kerja yang selalu bersih, rapi, dan masing-masing karyawan mempunyai konsistensi dan disiplin diri, sehingga mampu mendukung terciptanya tingkat efisiensi dan produktivitas institusi.Sudah sering terjadi banyak hal sepele dan sederhana namun menyulitkan.Betapa banyak institusi yang mengalami masalah seperti terbuangnya waktu yang sia-sia hanya karena kesulitan mencari data dan sarana yang lupa penempatannya, atau kondisi kerja yang kurang nyaman karena kondisi berkas kerja yang berantakan.

Prinsip ringkas adalah memisahkan segala sesuatu yang diperlukan dan menyingkirkan yang tidak diperlukan dari tempat kerja. Mengetahui benda mana yang tidak digunakan, mana yang akan disimpan, serta bagaimana cara menyimpannya supaya dapat mudah diakses terbukti sangat berguna bagi perusahaan.

Prinsip rapi adalah menyimpan barang sesuai dengan tempatnya. Kerapian adalah hal mengenai sebagaimana cepat kita meletakkan barang dan mendapatkannya kembali pada saat diperlukan dengan mudah. Perusahaan tidak boleh asal-asalan dalam memutuskan dimana benda-benda harus diletakkan untuk mempercepat waktu dalam memperoleh barang tersebut.

Prinsip resik adalah membersihkan tempat/ lingkungan kerja, mesin/ peralatan, dan barang-barang agar tidak terdapat debu, kotoran dan bau. Kebersihan harus dilaksanakan dan dibiasakan oleh setiap orang mulai dari pimpinan hingga pelaksana/ operator yang ada.

Prinsip rawat adalah mempertahankan hasil yang telah dicapai pada (ringkas, rapi, resik) sebelumnya dengan membakukannya (standarisasi). Prinsip ini dapat berjalan apabila dilaksanakan oleh semua karyawan yang ada di lingkungan kerja.

Prinsip rajin adalah terciptanya kebiasaan pribadi karyawan untuk menjaga dan meningkatkan apa yang sudah dicapai. Rajin di tempat kerja berarti pengembangan kebiasaan positif di tempat kerja. Apa yang sudah baik harus selalu dalam keadaan prima setiap saat. Prinsip rajin di tempat kerja adalah “lakukan apa yang harus dilakukan dan jangan melakukan apa yang tidak boleh dilakukan”.

Prinsip sederhana agar semua ikhtiar tersebut bisa dicapai yakni dengan  selalu mengingat sebuah kalimat: ‘Don't blame others’ atau ‘When You blame others, you give up your power to change’.  (*)

Leave a comment


Masukan kode ini .... disini: Reload Kode

0 Comments

Artikel Terbaru

Waktu Fajar sebagai Lambang Kehidupan

(Oleh : Ust. Ahmad Habibul Muiz)   Rasulullah shalallahu alaihi...Selengkapnya

Kiat Menghilangkan Sikap Egoistis

Oleh: KH. Muhammad Sholeh Drehem, Lc   Bismillah... ...Selengkapnya

Inilah JALAN Bahagia

Oleh: KH. Muhammad Sholeh Drehem, Lc   Bismillah.. ...Selengkapnya

Berita Terbaru

Menjadi Imam di Dalam dan di Luar Masjid

Proses pendaftaran mahasiswa baru (PMB) STIDKI Ar-Rahmah tahun ini sudah memasuki bulan kedua. Ad...Selengkapnya

Workshop Penulisan Jurnal dan Karya Ilmiah

Menyusul sukses workshop pertama awal Januari lalu, kembali di awal Pebruari ini STIDKI Ar-Rahm...Selengkapnya

Workshop 5R untuk Seluruh Karyawan

Segenap Keluarga Besar Yayasan Ibadurrahman memadati aula Asrama Mahasiswa STIDKI Ar-Rahmah Surab...Selengkapnya