Beribadah Sepenuh Hati

Beribadah Sepenuh Hati

Oleh : KH. Muhammad Shaleh Drehem, Lc.

Sudah pasti, setiap amal yang kita kerjakan, itu karena kita mendapat tuntunan dan arahan Allah. Tanpa tuntunan dan arahan Allah, tak ada amal yang bisa kita kerjakan. Bisa jadi pengetahuan kita demikian banyak, namun pengamalan ilmu tentang amal itu, senantiasa memerlukan tuntunan dan  arahan dari Allah.

Inilah yang dinamakan hidayah. Setiap amal yang kita kerjakan, sejatinya membuat kita cinta dan semakin cinta kepada amal itu dan semua amal shaleh. Melalui amal itu, Allah menuntun kita kepada amal-amal yang lain secara konsisten. Hidayah itu bertambah, seiring dengan cinta dan kesungguhan kita beramal. Amal itu akan kita cintai kalau kita telah merasakan nikmatnya. Kalau kita rasakan bahwa amal itu membahagiakan, menguatkan, mendatangkan solusi terhadap berbagai problem yang kita hadapi. Beginilah seharusnya amal ibadah yang kita tegakkan dari waktu ke waktu, sehingga semakin hari kita semakin rajin, semakin bahagia, semakin kuat, semakin cinta kepada amal ibadah.

Inilah wujud efektifitas ibadah yang kita perjuangkan. Kalau yang terjadi belum seperti itu, atau mungkin sebaliknya itu indikasi rendahnya efektifitas ibadah, atau mungkin tidak efektif sama sekali. Inilah penafsiran yang benar terhadap fenomena semakin berkurangnya jamaah masjid, semakin melemahnya semangat membaca Al-Qur’an dari hari ke hari. Sungguh kita merindukan hidayah.

Karena itulah sebenarnya salah satu hikmah dari mengapa kita mesti membaca Al-Fatihah pada setiap rakaat, karena inti Al-Fatihah adalah permohonan hidayah…!!! Kita butuh hidayah seperti kebutuhan kita kepada udara. Dengan karunia hidayah niscaya kita bisa merasakan nikmatnya beramal shaleh.

Lalu berbicara tentang ibadah, haruslah disadari bahwa amal ibadah itu bukanlah sekedar amal ibadah fisik semata. Amal ibadah itu bukan pula hanya sekedar amal ibadah harta semata. Amal ibadah itu justru bertumpu dan bersumber dari hati, diamalkan oleh hati dan ditujukan untuk hati. Beribadah dengan hati berarti  beribadah dengan iman. Beribadah dengan ikhlas, beribadah dengan cinta, beribadah dengan rasa takut, beribadah dengan penuh harap.

Beribadah sepenuh hati artinya bukan setengah hati, bukan ala kadarnya, bukan sisa-sisa waktu, bukan sisa-sisa tenaga, bukan sisa-sisa pikiran, bukan sisa-sisa uang, bukan asal ada, bukan asal shalat, bukan asal puasa, bukan asal mengaji dan bukan asal-asalan.

Beribadahlah sepenuh keyakinan, sepenuh ikhlas, sepenuh cinta, sepenuh takut dan sepenuh harap. Beribadah sepenuh hati berarti sepenuh semangat, sepenuh kebahagiaan, sepenuh kesungguhan,  sepenuh kekuatan.

Ibadah sepenuh hati adalah ibadah yang tak ada rasa malas, karena tak ada keraguan. Tak ada rasa bakhil, karena tak ada keraguan. Tak ada rasa dendam, karena tak ada keraguan. Beribadah sepenuh hati itulah keindahan, kebahagiaan dan kemuliaan imani. (*)

Leave a comment


Masukan kode ini .... disini: Reload Kode

0 Comments

Artikel Terbaru

Ikhlas yang Efektif

Oleh : KH. Muhammad Sholeh Drehem, Lc   Bismillah  ...Selengkapnya

Ini Jalan Dakwah Saya

 (Oleh: KH. Ahmad Mudzoffar Jufri, MA.) Kepada semua tem...Selengkapnya

Ayo Semakin Kuat

Oleh KH. Muhammad Sholeh Drehem, Lc   Bismillah ...Selengkapnya

Berita Terbaru

UAH Dukung Pembangunan Kampus di Trawas

Alhamdulillah… baru-baru ini Ustadz Adi Hidayat Lc, MA.  berkesempatan bersilatu...Selengkapnya

600 Pendaftar Ikuti Seleksi PMB

Hingga ditutup akhir Mei yang baru lalu, jumlah pendaftar dalam sistem Penerimaan Mahasiswa Bar...Selengkapnya

Peran Multifungsi Mahasiswa Selama Ramadhan

Program Bi'tsatul Aimmah (Pendelegasian Imam Taraweh) Mahasiswa STIDKI Hafidz Al Qur'an p...Selengkapnya