13

2021

Ancaman Neraka bagi Orang-orang yang Beriman

Oleh : KH. Muhammad Shaleh Drehem, Lc.

Allah Subhanahu wa Ta‘ala mengingatkan kita dengan panggilan iman, yaa ayyuhalladzi na‘amanu quu anfusakum wa ahliikum naara. Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu. Lalu Allah Subhanahu wa Ta‘ala mengatakan, wa ahlikum, dan jagalah pula keluargamu dari jilatan api neraka.

Jika direnungi ayat ini, ayat keenam surat At-Tahrim. Panggilannya merujuk pada panggilan beriman, tetapi ancamannya adalah neraka. Boleh jadi orang beriman pun nyemplung di neraka ketika gagal mengatur rumah tangganya.

Banyak saat ini, kaum muslimin di masjid bisa khusyu’ memegang tasbih, ruku’, sujud, malam hari tahajud, tetapi membiarkan istrinya keluar mempertontonkan auratnya pada laki-laki yang bukan mahramnya. Banyak di antara kita, kaum muslimin yang salat lima waktu di masjid, shaf pertama, membaca Alquran setiap hari, tetapi membiarkan anak gadisnya mempertontonkan aurat di kampusnya. Banyak di antara kita, kaum muslimin  yang hajinya mungkin dua tahun sekali, setiap Ramadan melaksanakan umrah, tetapi gagal menjaga keutuhan rumah tangganya. Allah Subhanahu wa Ta‘ala sebutkan, naara.

Ada teguran dari Allah, hati-hati dengan jilatan api neraka. Ini amanat dari Allah Subhanahu wa Ta‘ala. Ukuran sukses kita dalam kehidupan ini secara pribadi na’am, tetapi nanti di mata Allah Subhanahu wa Ta‘ala, bisakah kita sukses menata kehidupan rumah tangga kita?

Ukuran sukses kita saat ini setelah berhasil mendidik istri kita, adalah sejauh mana kita sukses mengawal dan mendidik anak-anak kita. Berbahagialah kalau kemudian anak-anak Anda sudah bisa melaksanakan salat lima waktu di masjid. Bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta‘ala karena berarti Anda telah berhasil menjalankan amanah Allah Subhanahu wa Ta‘ala.

Berbahagialah kita ma’asyiral muslimin, kalau anak-anak kita semuanya bisa membaca Alquran tanpa disuruh oleh orang tuanya. Alhamdulillah kita aman sebagai orang tuanya. Kalau amanah keluarga kita jaga, amanah khilafah, dengan izin Allah Subhanahu wa Ta‘ala, akan terlaksana dengan sebenarnya. Amanah membaca Alquran, akan membuat guyub rumah tangga kita. Ini sebuah amanah yang harus kita jalankan dalam kehidupan kita.

Mudah-mudahkan kita senantiasa dapat menjaga amanah dari Allah Subhanahu wa Ta‘ala. Tetapi ini belum amanah yang lain, seperti dalam memegang jabatan kita—apaun levelnya, belum pula amanah atas indra pada tubuh kita, serta otak dan pikiran kita. Apa kontribusi semua itu untuk agama yang kita cintai ini. Demi Allah, semua akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah Subhanahu wa Ta‘ala. (*)

Jl. Teluk Buli I/3-5-7, Surabaya, Jawa Timur - Indonesia
031-3284306
Official@stidkiarrahmah.ac.id

© 2021 STIDKI AR RAHMAH. All Rights Reserved W3layouts