Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam (STIDKI) Ar Rahmah terletak di Jalan Teluk Buli No 4 Perak Utara, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia. STIDKI Ar Rahmah berdiri berdasarkan SK Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia Nomor 2013 Tahun 2015 dan diresmikan pada tanggal 24 Agustus 2015 bertepatan dengan tanggal 7 Dzulqa’dah 1436 H oleh Wakil Gubernur Jawa Timur. Prosesi peresmian juga disaksikan oleh beberapa pimpinan perguruan tinggi Surabaya, lembaga mitra, LAZ, donatur, Ketua Dewan Masjid Indonesia Provinsi Jawa Timur, serta pemangku kepentingan lainnya. Sejarah STIDKI Ar Rahmah berawal dari berdirinya sebuah masjid pada tahun 2011 yang kemudian diberi nama dengan Masjid Ar Rahmah. Berdirinya masjid tersebut diprakarsai oleh KH. Muhammad Shaleh Drehem, Lc., salah satu da’i dan muballigh Jawa Timur yang juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Da’i Indonesia (IKADI) Provinsi Jawa Timur. Pendirian masjid ini juga tidak lepas dari dukungan beberapa donatur yang dimulai dengan upaya pembebasan tanah di lokasi tersebut. Masjid Ar Rahmah berdiri di bawah Yayasan Ibadurrahman Surabaya di mana KH. Muhammad Shaleh Drehem, Lc. juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Yayasan. Masjid Ar Rahmah tidak hanya melayani shalat berjama’ah, tetapi juga menawarkan beragam layanan, mulai kajian dan pendidikan keislaman hingga semarak Ramadhan dan PHBI lainnya. Masjid Ar Rahmah terus berkembang dengan menjadi salah satu masjid percontohan di Surabaya, terlebih dalam bidang pendidikan keislaman. Di masjid ini, begitu banyak varian program pembelajaran ilmu keislaman yang dikembangkan dengan target yang juga beragam, mulai segmen anak-anak, remaja, muslimat, pegawai, hingga umum. Seiring dengan berkembangnya masjid Ar Rahmah sebagai salah satu pusat kajian Islam di Surabaya, KH. Muhammad Shaleh Drehem, Lc. beserta anggota Dewan Pembina dan Pengurus Yayasan Ibadurrahman Surabaya memiliki sebuah impian lama untuk mendirikan pusat pembibitan Imam Masjid yang kompeten, baik dalam memimpin shalat berjamaah, mengelola organisasi masjid, maupun mengayomi jama’ah di luar sholat. Gagasan ini juga dilatarbelakangi fakta begitu banyaknya jumlah masjid di Indonesia namun sebagian besarnya sepi kegiatan dan tidak terkelola dengan baik. Impian lama tersebut disambut positif oleh seluruh fungsionaris Yayasan untuk mulai direalisasikan dengan payung Yayasan Ibadurrahman Surabaya. Ide ini pun digodok dan didiskusikan hingga disepakati untuk direalisasikan dalam bentuk sebuah institusi perguruan tinggi. Pada tahun 2014, dibentuklah tim kecil untuk merealisasikan ide ini dengan tugas pengajuan permohonan izin resmi melalui Kementerian Agama Republik Indonesia. Proses pengajuan perizinan ditindaklanjuti dengan visitasi oleh Kemenag RI hingga pada tahun 2015 terbitlah izin pendirian perguruan tinggi dalam bentuk SK Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI No 2013 Tahun 2015 yang melegalisasi dibukanya perguruan tinggi formal pertama di Indonesia yang fokus mencetak imam dan manajer masjid dengan nama resmi Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam (STIDKI) Ar Rahmah Surabaya. Hingga laporan ini disusun, STIDKI Ar Rahmah Surabaya masih memfokuskan layanannya pada satu program studi, yakni Program Studi S1 Manajemen Dakwah. Sebagaimana disebutkan di atas, sebagai program studi yang memfokuskan dirinya di bidang manajemen masjid, Program Studi Manajemen Dakwah STIDKI Ar Rahmah berupaya membangun keuanggulan bersaing dengan desain kurikulum yang komprehensif, meliputi kompetensi hafalan Al Qur’an mutqin 30 juz, kompetensi manajemen kemasjidan, serta kompetensi dakwah dan ilmu-ilmu keislaman. Untuk menunjang ketercapaian tujuan tersebut, STIDKI Ar Rahmah memberlakukan pembelajaran 24 jam berbasis pesantren mahasiswa serta memberikan beasiswa penuh kepada seluruh mahasiswa dengan pembebasan biaya perkuliahan, biaya pesantren beserta fasilitasnya, serta biaya makan sehari-hari. Karena itulah, sejak tahun pertama, keketatan seleksi penerimaan mahasiswa baru menjadi salah satu strategi prioritas STIDKI Ar Rahmah