Surabaya —
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menganugerahkan Masjid Award 2025 kepada 31 masjid dan musholla terbaik se-Jawa Timur, sebagai bentuk apresiasi atas peran masjid dalam penguatan dakwah, pelayanan umat, dan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia (PW DMI) Jawa Timur di Islamic Center Surabaya, dan dihadiri berbagai unsur pemerintah, akademisi, serta pengelola masjid.
Dalam kesempatan tersebut, STIDKI Ar Rahmah Surabaya turut hadir bersama DMI Jawa Timur, sebagai bagian dari komitmen perguruan tinggi dakwah dalam mendukung penguatan ekosistem masjid dan transformasi peran masjid di era modern.
Didampingi Ketua PW DMI Jatim Dr. K.H.M. Sudjak, M.Ag, Gubernur Khofifah menyerahkan penghargaan kepada masjid-masjid terpilih dalam enam kategori, yakni Masjid Agung, Masjid Besar, Masjid Jamik, Masjid Perkantoran/Rest Area, Masjid Kampung/Perumahan, dan Musholla. Penghargaan ini diberikan berdasarkan Surat Keputusan PW DMI Jatim Nomor 16/SK/PW-DMI/JTM/XII/2025.
Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa penguatan dakwah masjid ke depan perlu diperluas. Selain dakwah bil lisan yang selama ini berjalan, masjid didorong untuk mengembangkan dakwah bil mal, yakni dakwah berbasis kemandirian ekonomi dan pemberdayaan umat.
Ia mencontohkan sejumlah praktik baik yang telah dilakukan masjid-masjid di Jawa Timur, seperti masjid di Bojonegoro yang mengembangkan usaha berbasis pertanian sederhana, hingga masjid di Blitar yang memadukan fungsi ibadah dengan sentuhan wisata religi. Menurutnya, masjid memiliki potensi besar menjadi pusat spiritual sekaligus pusat ekonomi umat.
Lebih lanjut, Gubernur Khofifah menyampaikan sejumlah tantangan strategis dakwah bil mal kepada DMI se-Jawa Timur, antara lain peluang pengembangan sapi perah, ayam petelur, tebu, perikanan lele, hingga kerja sama penyediaan bahan baku pangan untuk jamaah haji Arab Saudi. Tantangan ini dinilai sebagai peluang besar bagi masjid untuk berperan aktif dalam ketahanan ekonomi dan pangan umat.
Ketua Bidang Pembinaan dan Pengembangan Wisata Religi PP DMI Dr. K.H. Anang Rikza Masyhadi menyambut baik gagasan tersebut. Ia menekankan bahwa masjid ke depan harus mampu menjadi destinasi yang utuh, tidak hanya memenuhi kebutuhan rohani, tetapi juga memberi manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat.
Kegiatan Masjid Award 2025 juga dirangkai dengan penandatanganan kerja sama antara DMI Jawa Timur dengan Kanwil BPN Jatim terkait penguatan wakaf masjid, serta kerja sama dengan ITS dan Unisda Lamongan. Acara ditutup dengan tahlil dan doa bersama untuk para korban musibah banjir di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh, serta penyerahan Tunjangan Kehormatan Imam Masjid (TKIM).
Kehadiran STIDKI Ar Rahmah Surabaya dalam agenda ini menegaskan peran kampus dakwah sebagai mitra strategis DMI dan pemerintah daerah dalam menyiapkan imam, dai, dan pengelola masjid profesional, sekaligus mendukung transformasi masjid sebagai pusat ibadah, dakwah, dan pemberdayaan umat.
STIDKI Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam Ar Rahmah Surabaya
Jl. Teluk Buli I No. 3-5-7, Perak Utara, Kec. Pabean Cantian, Surabaya
Copyright © 2025 STIDKI AR-RAHMAH || All Rights Reserved