Graduation ceremony with students throwing caps in the air
Graduation ceremony with students throwing caps in the air

Berita Terbaru

Lihat Semua
STIDKI Ar Rahmah Buka PMB 2027/2028, Siapkan Imam dan Kader Dakwah Profesional
8 Oktober 2026 Pengumuman
STIDKI Ar Rahmah Buka PMB 2027/2028, Siapkan Imam dan Kader Dakwah Profesio...
SURABAYA – STIDKI Ar Rahmah Surabaya resmi membuka Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2027/2028 mulai 10 Oktober 2026. Pendaftaran ini menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk menempuh pendidikan tinggi sekaligus mempersiapkan diri menjadi imam, hafidz Al-Qur’an, manajer masjid profesional, dan komunikator dakwah di era digital.Dua Program Studi dan Empat Jalur BeasiswaSTIDKI Ar Rahmah membuka dua program studi, yaitu Manajemen Dakwah (MD) yang berfokus pada penyiapan manajer masjid dan pemimpin lembaga dakwah, serta Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) yang diarahkan untuk mencetak pendakwah kreatif dan komunikator Qur’ani di era digital.Calon mahasiswa dapat memilih empat jalur pendaftaran, yakni Beasiswa Reguler, Beasiswa Tahfidz Mutqin (hafalan 30 juz), Beasiswa Prestasi (bidang Al-Qur’an atau keagamaan minimal tingkat provinsi), dan Beasiswa Kemitraan melalui lembaga yang bekerja sama dengan STIDKI Ar Rahmah.Jadwal Pendaftaran PMB 2027/2028Pendaftaran dilaksanakan dalam tiga gelombang:Gelombang 1: 10 Oktober–31 Desember 2026 (seleksi 1–31 Januari 2027).Gelombang 2: 1 Januari–15 April 2027 (seleksi 16 April–15 Mei 2027).Gelombang 3: 16 April–31 Mei 2027 (seleksi 1–30 Juni 2027).Tahapan seleksi meliputi verifikasi berkas dan video, tes kemampuan Al-Qur’an, Computer Based Test (CBT), serta wawancara. Calon mahasiswa juga mendapatkan layanan pendampingan dari tim PMB selama proses pendaftaran.Pendaftaran dan Informasi ResmiPendaftaran dilakukan secara online melalui https://pmb.stidkiarrahmah.ac.id dengan membuat akun, melengkapi data diri, dan mengunggah berkas persyaratan.Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui:WhatsApp: 0899-9841-300Instagram: @stidki.arrahmahsurabayaSTIDKI Ar Rahmah mengajak para calon mahasiswa untuk mempersiapkan diri dan mendaftar sejak awal sebagai langkah menuju generasi Qur’ani yang siap berkontribusi bagi umat.
Dari Masjid Menuju Peradaban Global, STIDKI Dorong Mahasiswa Menjadi Penggerak Dakwah
7 Oktober 2026 Akademik
Dari Masjid Menuju Peradaban Global, STIDKI Dorong Mahasiswa Menjadi Pengge...
SURABAYA — Masjid tidak cukup hanya dibangun secara megah, tetapi harus kembali menjadi pusat ilmu, pembinaan umat, dan lahirnya generasi yang memberi manfaat bagi masyarakat. Pesan tersebut mengemuka dalam Studium Generale STIDKI Ar Rahmah bertajuk “Dari Masjid Menuju Peradaban Global: Membangun Jejaring dan Kolaborasi Dakwah Internasional”, Rabu (7/10/2026).Kegiatan ini menghadirkan *Al-Habib Assoc. Prof. Dr. Zainal Abidin, M.Pd., CIRK., CIQaR., CIE., Direktur Pascasarjana UII Dalwa*. Dalam paparannya, beliau mengajak mahasiswa memahami bahwa keberhasilan pendidikan tidak berhenti pada kelulusan maupun gelar akademik.“Ending dari belajar adalah sebesar apa manfaat yang didapat oleh umat setelah ia lulus,” ujarnya.Menurut Habib Zainal (sapaan akrab beliau), semangat generasi muda dalam berdakwah perlu dibarengi kemampuan membaca situasi dan memahami karakter masyarakat. Seorang da’i tidak cukup hanya memiliki ilmu agama, tetapi juga harus mengenali medan dakwah, kondisi sosial, budaya, serta kebutuhan masyarakat yang dihadapinya.Beliau turut menyoroti hubungan erat antara masjid dan tradisi keilmuan. Berdasarkan pengalamannya melihat kehidupan umat Islam di sejumlah negara, seperti di Turki misalnya, masjid idealnya tidak berdiri sendiri, tetapi terhubung dengan madrasah atau majelis ilmu, serta maktabah atau perpustakaan.Perpustakaan, menurutnya, perlu dikelola dengan nyaman dan profesional agar mampu menumbuhkan budaya membaca dan menulis di kalangan generasi muda.Karena itu, ukuran keberhasilan sebuah masjid tidak semata-mata terletak pada kemegahan bangunannya. Makna takmir adalah memakmurkan masjid melalui ibadah, pendidikan, pembinaan Al-Qur’an, pelayanan masyarakat, dan aktivitas keilmuan.Habib Zainal juga mengingatkan bahwa kekuatan umat sangat berkaitan dengan kedekatan terhadap Al-Qur’an, ilmu pengetahuan, ulama, serta persatuan umat. Sejarah, menurutnya, menunjukkan pentingnya menjaga tradisi keilmuan sebagai fondasi dalam membangun peradaban.Dalam sesi diskusi, beliau berpesan agar para dai membangun kapasitas pribadi, kemandirian, jaringan sosial, dan hubungan yang kuat dengan masyarakat. Dakwah tidak cukup dijalankan melalui program, tetapi membutuhkan kepercayaan dan keteladanan.Bagi mahasiswa STIDKI Ar Rahmah, Studium Generale ini menjadi penguatan bahwa pendidikan Al-Qur’an dan kemasjidan harus berujung pada kebermanfaatan nyata bagi umat.“Awali perubahan dunia dan seisinya dari masjid” pesannya.Melalui kegiatan ini, STIDKI Ar Rahmah menegaskan komitmennya menyiapkan generasi penggerak masjid yang berilmu, berwawasan luas, mampu membaca realitas, dan siap membangun jejaring dakwah hingga tingkat global.
Dari Membaca Menuju Peradaban: BEM STIDKI Dorong Mahasiswa Bangun Budaya Literasi
5 Oktober 2026 Bem
Dari Membaca Menuju Peradaban: BEM STIDKI Dorong Mahasiswa Bangun Budaya Li...
SURABAYA – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIDKI Ar-Rahmah Surabaya menggelar Seminar Literasi bertajuk “Pemimpin Peradaban Dimulai dari Budaya Membaca dan Menulis” pada Senin (5/10/2026) di Hall Ar-Rahmah STIDKI Ar-Rahmah Surabaya. Kegiatan ini menghadirkan Ustadz Iqbalul Mu’id, M.Hum., editor, penerjemah, tutor, dan dosen filsafat sekaligus Founder Majelis Ngopi, sebagai pemateri.Seminar ini menjadi upaya BEM STIDKI dalam menumbuhkan budaya membaca dan menulis di kalangan mahasiswa. Dalam sambutannya, Ust. Siddiq Ibrahim, S.Sos., selaku bagian Penulisan dan Penelitian LP3M STIDKI Ar-Rahmah Surabaya, menegaskan bahwa kemampuan membaca dan menulis merupakan bekal penting bagi mahasiswa yang dipersiapkan menjadi imam, manajer, sekaligus pemimpin peradaban. Di tengah perubahan zaman dan perkembangan kecerdasan buatan (AI), mahasiswa dituntut tetap memiliki kemampuan berpikir yang kuat. Ia berharap kegiatan ini dapat memengaruhi cara berpikir mahasiswa yang kemudian tercermin dalam cara bertindak.Pesan tersebut diperkuat Ubaidillah, Menteri PSDM Kabinet Vardhana Sevana BEM STIDKI Ar-Rahmah 2026/2027.Ia menekankan bahwa membaca dan menulis tidak hanya berkaitan dengan kemampuan intelektual, tetapi juga perlu berjalan beriringan dengan spiritualitas.“Pemimpin peradaban tidak bermula dari otak yang kosong dan hati yang keruh. Semua butuh proses, butuh capek,” pesannya.Dalam pemaparannya, Ust. Iqbalul Mu’id, M.Hum. menjelaskan bahwa membaca memberikan bahan untuk berpikir, sedangkan menulis membantu seseorang merapikan pikirannya. Berhenti membaca dapat mempersempit wawasan, membatasi referensi dan perspektif, serta membuat seseorang lebih mudah menerima informasi tanpa mengolahnya secara kritis.Ia juga mengajak mahasiswa membangun kebiasaan membaca melalui rasa ingin tahu, bukan sekadar mengejar jumlah buku. Rasa ingin tahu → mencari → membaca → menemukan → penasaran lagi menjadi siklus yang dapat menumbuhkan kesadaran literasi.Menurut materi yang disampaikan, bacaan pada akhirnya turut memengaruhi cara seseorang berbicara, berpikir, menilai, hingga bertindak.Seminar ini diharapkan menjadi langkah untuk membangun generasi STIDKI yang tidak hanya memiliki keluasan ilmu, tetapi juga mampu mengolah gagasan, berpikir kritis, dan menuangkan pemikirannya melalui tulisan. Sebab, perjalanan menuju pemimpin peradaban dapat dimulai dari satu kebiasaan sederhana: membaca, menulis, dan terus belajar.

LOKASI KAMPUS

STIDKI AR RAHMAH logo STIDKI
AR-RAHMAH

Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam Ar Rahmah Surabaya

Jl. Teluk Buli I No. 3-5-7, Perak Utara, Kec. Pabean Cantian, Surabaya

Copyright © 2026 STIDKI AR-RAHMAH || All Rights Reserved