Graduation ceremony with students throwing caps in the air
Graduation ceremony with students throwing caps in the air

Berita Terbaru

Lihat Semua
STIDKI Ar Rahmah Surabaya Raih Dua Penghargaan Kopertais Award 2026
19 Juni 2026 Berita
STIDKI Ar Rahmah Surabaya Raih Dua Penghargaan Kopertais Award 2026
Surabaya — STIDKI Ar Rahmah Surabaya kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Kopertais Award 2026 yang diselenggarakan oleh Kopertais Wilayah IV Jawa Timur. Dari total 190 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) di bawah koordinasi Kopertais IV, STIDKI Ar Rahmah Surabaya berhasil meraih dua penghargaan sekaligus dalam kategori prestasi kelembagaan.Penghargaan pertama diterima pada Kamis malam, 18 Juni 2026, di tengah pelaksanaan Rapat Pimpinan (Rapim) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) Kopertais Wilayah IV Jawa Timur dan Forum Pimpinan (Forpim) yang mengangkat tema “Peningkatan Leadership PTKIS Wilayah Jawa Timur”. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Santika Premiere Gubeng, Surabaya.Dalam kesempatan tersebut, STIDKI Ar Rahmah Surabaya ditetapkan sebagai Juara 1 Sekolah Tinggi Islam Swasta kategori perguruan tinggi dengan kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi Internasional terbanyak. Penghargaan diberikan setelah pembacaan Surat Keputusan Kopertais IV tentang nama-nama PTKIS penerima Kopertais Award 2026.Penghargaan tersebut diserahkan oleh Wakil Koordinator Kopertais IV, Dr. KH. Ilhamullah Sumarkan, M.Ag., kepada STIDKI Ar Rahmah Surabaya yang diwakili oleh Wakil Ketua STIDKI Ar Rahmah, Ahmad Habibul Muiz, Lc., M.Sos.Prestasi ini menjadi pengakuan atas komitmen STIDKI Ar Rahmah dalam mengembangkan kegiatan tridharma perguruan tinggi yang berorientasi internasional, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat. Capaian tersebut juga menunjukkan bahwa STIDKI Ar Rahmah terus memperluas jejaring akademik dan kontribusi kelembagaannya di tingkat global.Tidak berhenti di situ, pada Jumat pagi, 19 Juni 2026, STIDKI Ar Rahmah Surabaya kembali mendapatkan kehormatan kedua. Dalam pembacaan SK lanjutan Kopertais IV tentang PTKIS penerima Kopertais Award 2026, STIDKI Ar Rahmah meraih penghargaan sebagai Sekolah Tinggi Islam Swasta kategori pelaksanaan Audit Mutu Internal terbaik.Penghargaan kedua tersebut diserahkan oleh Sekretaris Kopertais IV, Dr. KH. M. Hasan Ubaidillah, S.HI., M.Si. Capaian ini menegaskan keseriusan STIDKI Ar Rahmah dalam membangun sistem penjaminan mutu internal yang terukur, tertib, dan berkelanjutan.Dengan dua penghargaan tersebut, STIDKI Ar Rahmah Surabaya resmi mencatatkan diri sebagai salah satu PTKIS berprestasi di lingkungan Kopertais Wilayah IV Jawa Timur. Dua kategori yang diraih, yaitu Tridharma Perguruan Tinggi Internasional terbanyak dan Audit Mutu Internal terbaik, menjadi bukti bahwa penguatan kualitas akademik, tata kelola, dan reputasi kelembagaan terus berjalan secara konsisten.Kedua penghargaan tersebut ditandatangani oleh Koordinator Kopertais IV, Prof. Akh. Muzakki, M.Ag., Grad.Dip.SEA., M.Phil., Ph.D.Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika STIDKI Ar Rahmah Surabaya untuk terus meningkatkan mutu pendidikan tinggi, memperluas kiprah internasional, serta memperkuat budaya mutu kampus. Ke depan, STIDKI Ar Rahmah Surabaya diharapkan semakin berkembang sebagai perguruan tinggi Islam yang unggul, berdaya saing, dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat. (Ahm)    
BEM STIDKI Ar-Rahmah Bersama BEM STAI Luqman dan IQRO' Movement Gelar "Ruang Tumbuh"
6 Juni 2026 Bem
BEM STIDKI Ar-Rahmah Bersama BEM STAI Luqman dan IQRO' Movement Gelar "Ruan...
Surabaya - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIDKI Ar-Rahmah Surabaya melalui Kementerian Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa (PSDM) berkolaborasi dengan BEM STAI Luqman Surabaya serta Komunitas Literasi IQRO' Movement menggelar kegiatan Ruang Tumbuh: Dari Buku ke Realita, Ngobrolin Buku La Tahzan, Proses dan Cerita di Balik Perjuangan Mahasiswa.Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 9 Juni 2026 mulai pukul 19.15 WIB hingga selesai di Hall Ar-Rahmah Surabaya. Acara dipandu oleh M. Arief Fatkhurrahman, mahasiswa semester 4 asal Malang, sebagai pembawa acara. Sementara itu, jalannya diskusi dimoderatori oleh Ubaidillah, perwakilan Kementerian PSDM BEM STIDKI Ar-Rahmah. Hadir sebagai pemantik diskusi Maulana Lukman, Presiden BEM STAI Luqman Surabaya sekaligus penggerak Komunitas Literasi IQRO' Movement.Dalam sambutannya, Ketua BEM STIDKI Ar-Rahmah periode 2026–2027, Mamdzuh Nuruddin, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta, jajaran BEM STAI Luqman, serta Komunitas IQRO' Movement yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan berbagi dalam forum literasi tersebut."Terima kasih kepada seluruh hadirin, teman-teman BEM STAI Luqman, dan IQRO' Movement yang telah menyempatkan hadir dalam kegiatan ini. Kami juga memohon maaf apabila masih terdapat kekurangan, baik dari segi tempat, jamuan, maupun hal-hal lainnya," ujar Mamdzuh.Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah awal BEM STIDKI Ar-Rahmah dalam menumbuhkan budaya literasi di kalangan mahasiswa."Kami berharap kegiatan ini menjadi awal terbentuknya habit literasi di lingkungan STIDKI. Semoga ke depan teman-teman semakin melek terhadap pentingnya membaca dan mulai mencintai budaya literasi. Harapan kami, kolaborasi seperti ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi terus berlanjut sebagai ruang belajar bersama. Sejatinya ruh mahasiswa adalah membaca. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Pres Umam, salah satu pencetus Komunitas Literasi IQRO' Movement sekaligus demisioner Presiden BEM STAI Luqman Surabaya. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut sekaligus berharap agenda literasi seperti ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan di STIDKI Ar-Rahmah.Pres Umam juga membagikan cerita mengenai lahirnya IQRO' Movement. Menurutnya, gerakan tersebut berawal dari keresahan mahasiswa STAI Luqman terhadap penggunaan telepon genggam yang sering kali menyita perhatian mahasiswa."Gerakan ini lahir sebagai pengingat bagi teman-teman mahasiswa bahwa ada waktu untuk berhenti sejenak dari layar dan kembali membaca. Awalnya gerakan ini bahkan bernama Time to Read, sebelum akhirnya berkembang menjadi IQRO' Movement. Kami percaya bahwa membaca adalah ruh mahasiswa dan melalui bacaan, jendela pengetahuan akan terbuka lebih luas," ungkapnya.Memasuki sesi utama, moderator mempersilakan Maulana Lukman untuk memantik diskusi dalam forum "Ruang Tumbuh: Dari Buku ke Realita". Pada kesempatan tersebut, Maulana mengawali diskusi dengan sebuah cerita ringan. Ia mengungkapkan bahwa awalnya diminta membedah buku Filosofi Teras karya Henry Manampiring, namun urung dilakukan karena buku yang diterimanya ternyata merupakan hasil pembajakan."Saya tidak ingin membawa buku bajakan ke forum ini. Karena itu, kita memilih membahas buku La Tahzan yang juga memiliki banyak pelajaran berharga," ujarnya.Dalam pemaparannya, Maulana menyampaikan berbagai gagasan mengenai kebahagiaan, pengendalian diri, dan makna kehidupan yang kemudian dikaitkan dengan realitas mahasiswa maupun kondisi sosial di Indonesia saat ini. Beberapa pokok bahasan yang disampaikan antara lain:Konsep Stoisisme, yaitu memusatkan perhatian pada hal-hal yang berada dalam kendali serta menerima dengan lapang hal-hal yang berada di luar kendali.Dua bentuk kebahagiaan menurut Jonathan Haidt, yakni kebahagiaan yang bersifat kesenangan jangka pendek (hedonic well-being) dan kebahagiaan yang lahir dari makna hidup (eudaimonic well-being).Bahwa tidak semua hal yang belum rasional berarti tidak memiliki nilai untuk dipelajari.Pentingnya tidak menggantungkan jati diri pada pengakuan dari luar diri.Kebahagiaan seharusnya dihadirkan setiap hari, bukan dijadikan tujuan akhir kehidupan.Memusatkan perhatian pada apa yang telah dimiliki sebagai bentuk rasa syukur.Perasaan yang terus dipendam berpotensi menjadi racun bagi diri sendiri.Tiga ciri orang yang bahagia, yaitu tidak terus-menerus menyesali masa lalu, mampu menikmati masa kini, dan tidak berlebihan mengkhawatirkan masa depan.Diskusi berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab yang diikuti oleh tiga penanya dari peserta. Beragam pandangan dan pengalaman yang disampaikan menjadikan forum berlangsung hangat serta memperkaya sudut pandang seluruh peserta mengenai pentingnya membangun ketahanan diri melalui literasi dan refleksi.Melalui kegiatan ini, BEM STIDKI Ar-Rahmah berharap budaya membaca tidak berhenti sebagai aktivitas individu, tetapi berkembang menjadi budaya intelektual yang mampu melahirkan mahasiswa yang kritis, reflektif, dan siap berkontribusi bagi masyarakat.Editor: Kementerian Media dan Informasi BEM STIDKI Ar-Rahmah
Produktivitas Akademik STIDKI Menguat, 9 Dosen Lahirkan 18 Karya Buku
3 Juni 2026 Karya Ilmiah Dosen
Produktivitas Akademik STIDKI Menguat, 9 Dosen Lahirkan 18 Karya Buku
Budaya akademik bergerak: dari ruang kelas menuju karya yang memberi dampak bagi umat.Surabaya Di tengah tren kampus yang sering diukur dari aktivitas perkuliahan dan agenda seremonial, STIDKI Ar Rahmah Surabaya tetap mempertahankan budaya ilmiah melalui karya nyata.Per Mei 2026, para dosen STIDKI mencatat capaian produktif dengan menyelesaikan dan menyetorkan 18 judul buku dari beragam tema. Mulai dari dakwah, kepemimpinan Islam, manajemen masjid, filantropi, komunikasi, SDM, hingga pengembangan masyarakat.Program ini menjadi bagian dari upaya kampus dalam membangun ekosistem akademik yang tidak berhenti pada transfer ilmu di kelas, tetapi berlanjut menjadi gagasan yang terdokumentasi dan dapat diwariskan.Daftar karya yang lahir menunjukkan spektrum keilmuan yang luas.Di bidang manajemen dan pengembangan masjid, muncul karya seperti Masjid Hijau: Peradaban Berkelanjutan, Masjid Berdampak, hingga Model Komunikasi Dakwah Fundraising dalam Pengelolaan Masjid.Di ranah dakwah dan media, hadir buku Merebut Nurani Digital, Profesionalisme dan Akhlak Mulia Da’i, serta Tihi: Menggerakkan Hati Menebarkan Dakwah yang menjawab tantangan dakwah era digital.Sementara tema kepemimpinan, filantropi, pendidikan, dan penguatan SDM juga ikut mewarnai melalui buku seperti Komunikasi Filantropi, Strategi HRD untuk Homeschool Tarbiyah, hingga Manajemen SDM di Organisasi Sosial Keagamaan.Menariknya, sebagian besar karya tidak hanya bersifat konseptual, tetapi lahir dari pengalaman lapangan, observasi sosial, serta praktik dakwah yang selama ini dijalankan oleh para dosen.Program penulisan buku ini juga menjadi sinyal bahwa suasana ilmiah di kampus tidak dibangun lewat slogan, tetapi lewat konsistensi menghasilkan karya.Dengan capaian ini, STIDKI Ar Rahmah menegaskan arah pengembangannya sebagai kampus dakwah yang ingin melahirkan tradisi akademik yang hidup: membaca, meneliti, menulis, lalu memberi dampak.Karena peradaban besar tidak dimulai dari gedung yang megah tetapi dari ide yang ditulis dan diwariskan.

LOKASI KAMPUS

STIDKI AR RAHMAH logo STIDKI
AR-RAHMAH

Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam Ar Rahmah Surabaya

Jl. Teluk Buli I No. 3-5-7, Perak Utara, Kec. Pabean Cantian, Surabaya

Copyright © 2026 STIDKI AR-RAHMAH || All Rights Reserved