3 Juni 2026
Karya Ilmiah Dosen
Produktivitas Akademik STIDKI Menguat, 9 Dosen Lahirkan 18 Karya Buku
Budaya akademik bergerak: dari ruang kelas menuju karya yang memberi dampak bagi umat.Surabaya Di tengah tren kampus yang sering diukur dari aktivitas perkuliahan dan agenda seremonial, STIDKI Ar Rahmah Surabaya tetap mempertahankan budaya ilmiah melalui karya nyata.Per Mei 2026, para dosen STIDKI mencatat capaian produktif dengan menyelesaikan dan menyetorkan 18 judul buku dari beragam tema. Mulai dari dakwah, kepemimpinan Islam, manajemen masjid, filantropi, komunikasi, SDM, hingga pengembangan masyarakat.Program ini menjadi bagian dari upaya kampus dalam membangun ekosistem akademik yang tidak berhenti pada transfer ilmu di kelas, tetapi berlanjut menjadi gagasan yang terdokumentasi dan dapat diwariskan.Daftar karya yang lahir menunjukkan spektrum keilmuan yang luas.Di bidang manajemen dan pengembangan masjid, muncul karya seperti Masjid Hijau: Peradaban Berkelanjutan, Masjid Berdampak, hingga Model Komunikasi Dakwah Fundraising dalam Pengelolaan Masjid.Di ranah dakwah dan media, hadir buku Merebut Nurani Digital, Profesionalisme dan Akhlak Mulia Da’i, serta Tihi: Menggerakkan Hati Menebarkan Dakwah yang menjawab tantangan dakwah era digital.Sementara tema kepemimpinan, filantropi, pendidikan, dan penguatan SDM juga ikut mewarnai melalui buku seperti Komunikasi Filantropi, Strategi HRD untuk Homeschool Tarbiyah, hingga Manajemen SDM di Organisasi Sosial Keagamaan.Menariknya, sebagian besar karya tidak hanya bersifat konseptual, tetapi lahir dari pengalaman lapangan, observasi sosial, serta praktik dakwah yang selama ini dijalankan oleh para dosen.Program penulisan buku ini juga menjadi sinyal bahwa suasana ilmiah di kampus tidak dibangun lewat slogan, tetapi lewat konsistensi menghasilkan karya.Dengan capaian ini, STIDKI Ar Rahmah menegaskan arah pengembangannya sebagai kampus dakwah yang ingin melahirkan tradisi akademik yang hidup: membaca, meneliti, menulis, lalu memberi dampak.Karena peradaban besar tidak dimulai dari gedung yang megah tetapi dari ide yang ditulis dan diwariskan.
2 Juni 2026
Bem
BEM STIDKI Ar Rahmah Gelar Nobar dan Diskusi Film Pesta Babi, Bangun Kepeka...
Surabaya — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIDKI Ar Rahmah Surabaya Kabinet Vardhana Sevana menggelar acara nonton bareng (nobar) dan diskusi film Pesta Babi bersama seluruh mahasiswa STIDKI Ar Rahmah Surabaya pada Rabu, 14 Mei 2026. Acara tersebut berlangsung di Hall Ar-Rahmah Surabaya mulai pukul 20.00 hingga 22.00 WIB.Kegiatan ini dimoderatori oleh M. Arief Fathurrahman, mahasiswa semester 4 asal Malang, serta dipandu oleh pemantik diskusi Azka Khoirul Ibad, mahasiswa semester 2 asal Bogor. Acara ini diinisiasi langsung oleh BEM STIDKI Ar Rahmah sebagai wadah bagi mahasiswa untuk meningkatkan kepekaan terhadap isu-isu sosial dan kemanusiaan yang terjadi di Indonesia, khususnya di Papua.Ketua BEM STIDKI Ar Rahmah, Mamdzuh Nuruddin, dalam wawancaranya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk membangun kesadaran sosial mahasiswa di tengah derasnya arus informasi dan distraksi digital.“Acara ini dibuat agar mahasiswa peka dan mengetahui isu sosial yang ada di luar. Walaupun kita sering terhalang oleh device, idealisme kita sebagai mahasiswa yang digadang-gadang sebagai social control harus tetap dijalankan. Selain itu, acara ini juga bertujuan untuk mengasah nalar kritis mahasiswa agar tidak acuh tak acuh dan mampu merasakan apa yang dirasakan oleh saudara kita di Papua. Ini juga merupakan bentuk praktik cinta kita terhadap negeri tercinta ini,” ujar Mamdzuh.Adapun rangkaian acara meliputi pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Pusaka dan Ibu Pertiwi, sesi nobar film, sesi diskusi, serta penutup.Pada awal acara, moderator menyinggung sejarah Papua dan berbagai dinamika sosial yang terjadi di sana. Pemaparan tersebut memantik rasa penasaran dan pemikiran kritis mahasiswa terhadap film yang akan ditonton.Setelah sesi nobar selesai, diskusi dimulai dengan dipandu oleh pemantik. Dalam prolognya, Azka Khoirul Ibad menyampaikan bahwa film Pesta Babi menggambarkan adanya ketimpangan dan persoalan keadilan yang dirasakan masyarakat Papua.“Dalam film tersebut terlihat bagaimana masyarakat Papua merasa tanah dan kekayaan alam mereka diambil atas nama pembangunan nasional, sementara sebagian dari mereka merasa belum mendapatkan keadilan yang sepadan,” jelas Azka.Diskusi kemudian dibuka untuk tiga penanggap dari mahasiswa. Sesi pertama diawali oleh Ketua BEM STIDKI Ar Rahmah yang menyampaikan pandangannya mengenai ketidakadilan dan ketimpangan yang terjadi di Papua. Ia juga menyoroti adanya kebijakan yang dinilai tidak melalui kesepakatan yang setara antara pihak-pihak terkait.Mahasiswa lainnya turut memberikan tanggapan mengenai berbagai program pembangunan yang dinilai masih menimbulkan polemik di Papua, seperti proyek food estate serta pengembangan lahan sawit bioetanol dan etanol.Suasana diskusi semakin hangat ketika salah satu mahasiswa yang baru saja mengikuti program International Student Mobility berbasis kemasjidan di Nabire, Papua, turut membagikan pengalamannya secara langsung. Mahasiswa tersebut menjelaskan bahwa dirinya melihat secara langsung berbagai dinamika sosial di Papua, termasuk keberadaan kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang masih melakukan perlawanan bersenjata dengan tuntutan keadilan.Beragam sudut pandang yang muncul menjadikan diskusi berlangsung aktif dan penuh antusiasme. Mahasiswa terlihat kritis dalam menyampaikan argumentasi, sekaligus berusaha memahami persoalan Papua dari berbagai sisi.Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama. Dalam sesi tersebut, para mahasiswa juga membuat video dengan seruan “Papua Bukan Tanah Kosong” sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap isu kemanusiaan serta keadilan sosial di Papua.Melalui kegiatan ini, BEM STIDKI Ar Rahmah berharap mahasiswa tidak hanya aktif dalam ruang akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, keberanian berpikir kritis, dan semangat untuk memahami realitas masyarakat Indonesia secara lebih luas-Editor : Kementerian Media dan Informasi BEM STIDKI Ar Rahmah-
2 Juni 2026
Bem
BEM STIDKI Ar Rahmah Gelar Rapat Kerja Perdana Kabinet Vardhana Sevana Peri...
Surabaya – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIDKI Ar Rahmah Surabaya Kabinet Vardhana Sevana periode 2026/2027 telah melaksanakan Rapat Kerja (Raker) perdana pada Senin malam (13/04/2026). Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 19.40 hingga 22.30 WIB dan bertempat di kelas lantai 2 STIDKI Ar Rahmah Surabaya.Rapat kerja ini menjadi langkah awal BEM dalam merumuskan arah gerak serta menentukan tujuan yang ingin dicapai selama satu periode kepemimpinan ke depan. Dalam pelaksanaannya, sebanyak 14 kementerian dan 3 Badan Pengurus Harian (BPH) turut serta mempresentasikan program kerja masing-masing.Sebelum pelaksanaan raker, BEM STIDKI Ar Rahmah Surabaya telah mengadakan dua kali pra-rapat kerja (pra-raker) sebagai bentuk pematangan konsep. Pra-raker pertama dilaksanakan bersama Ketua Kemahasiswaan, Ust. Muhammad Anfaul Ulum, Lc., M.Ag yang memberikan arahan dan penguatan terkait penyusunan program kerja. Sementara itu, pra-raker kedua dilaksanakan secara internal oleh masing-masing kementerian untuk membahas dan menyusun program kerja yang akan dipresentasikan dalam forum raker.Suasana raker berlangsung penuh semangat dan antusiasme. Setiap kementerian memaparkan program kerja yang telah disusun dengan penuh kesiapan dan harapan besar untuk memberikan kontribusi terbaik bagi kampus. Setelah sesi pemaparan, Ketua BEM STIDKI Ar Rahmah Surabaya periode 2026/2027 yang sekaligus menjadi pemandu jalannya raker, membuka ruang diskusi berupa sesi tanggapan dan kritik antar kementerian.Sesi ini bertujuan untuk menyempurnakan program kerja yang telah disusun, baik melalui penambahan, perbaikan, maupun evaluasi terhadap program yang dinilai kurang relevan. Dengan adanya forum ini, setiap kementerian diharapkan mampu menghasilkan program kerja yang lebih matang, solutif, dan berdampak nyata.Dalam arahannya, Ketua BEM juga menekankan pentingnya membangun ukhuwah dan sinergi antar kementerian sebagai kunci keberhasilan organisasi. Ia mengajak seluruh pengurus untuk saling menguatkan dan bekerja sama demi tercapainya tujuan bersama.Di akhir kegiatan, Ketua BEM menyampaikan pesan motivasi kepada seluruh peserta raker,“Amanah itu diterima dengan penuh kesadaran, dikerjakan dengan penuh inovatif dan kreatif, serta dilaporkan dengan penuh tanggung jawab. Jika kalian adalah yang terbaik, maka jadilah yang terbaik dan lakukanlah yang terbaik. Karena sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama.”Sebagai penutup, beliau juga menegaskan slogan Kabinet Vardhana Sevana, yaitu “Berkembang, Berproses, Mengabdi” sebagai semangat dalam menjalankan roda organisasi selama satu periode ke depan.Melalui rangkaian pra-raker hingga raker ini, diharapkan BEM STIDKI Ar Rahmah Surabaya mampu menjalankan program-program yang telah dirancang secara optimal serta memberikan kontribusi nyata bagi civitas akademika dan masyarakat luas.-Penulis dan Editor: Kementerian Media dan Informasi BEM STIDKI Ar Rahmah-