Graduation ceremony with students throwing caps in the air
Graduation ceremony with students throwing caps in the air

Berita Terbaru

Lihat Semua
Dari Membaca Menuju Peradaban: BEM STIDKI Dorong Mahasiswa Bangun Budaya Literasi
5 Oktober 2026 Bem
Dari Membaca Menuju Peradaban: BEM STIDKI Dorong Mahasiswa Bangun Budaya Li...
SURABAYA – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIDKI Ar-Rahmah Surabaya menggelar Seminar Literasi bertajuk “Pemimpin Peradaban Dimulai dari Budaya Membaca dan Menulis” pada Senin (5/10/2026) di Hall Ar-Rahmah STIDKI Ar-Rahmah Surabaya. Kegiatan ini menghadirkan Ustadz Iqbalul Mu’id, M.Hum., editor, penerjemah, tutor, dan dosen filsafat sekaligus Founder Majelis Ngopi, sebagai pemateri.Seminar ini menjadi upaya BEM STIDKI dalam menumbuhkan budaya membaca dan menulis di kalangan mahasiswa. Dalam sambutannya, Ust. Siddiq Ibrahim, S.Sos., selaku bagian Penulisan dan Penelitian LP3M STIDKI Ar-Rahmah Surabaya, menegaskan bahwa kemampuan membaca dan menulis merupakan bekal penting bagi mahasiswa yang dipersiapkan menjadi imam, manajer, sekaligus pemimpin peradaban. Di tengah perubahan zaman dan perkembangan kecerdasan buatan (AI), mahasiswa dituntut tetap memiliki kemampuan berpikir yang kuat. Ia berharap kegiatan ini dapat memengaruhi cara berpikir mahasiswa yang kemudian tercermin dalam cara bertindak.Pesan tersebut diperkuat Ubaidillah, Menteri PSDM Kabinet Vardhana Sevana BEM STIDKI Ar-Rahmah 2026/2027.Ia menekankan bahwa membaca dan menulis tidak hanya berkaitan dengan kemampuan intelektual, tetapi juga perlu berjalan beriringan dengan spiritualitas.“Pemimpin peradaban tidak bermula dari otak yang kosong dan hati yang keruh. Semua butuh proses, butuh capek,” pesannya.Dalam pemaparannya, Ust. Iqbalul Mu’id, M.Hum. menjelaskan bahwa membaca memberikan bahan untuk berpikir, sedangkan menulis membantu seseorang merapikan pikirannya. Berhenti membaca dapat mempersempit wawasan, membatasi referensi dan perspektif, serta membuat seseorang lebih mudah menerima informasi tanpa mengolahnya secara kritis.Ia juga mengajak mahasiswa membangun kebiasaan membaca melalui rasa ingin tahu, bukan sekadar mengejar jumlah buku. Rasa ingin tahu → mencari → membaca → menemukan → penasaran lagi menjadi siklus yang dapat menumbuhkan kesadaran literasi.Menurut materi yang disampaikan, bacaan pada akhirnya turut memengaruhi cara seseorang berbicara, berpikir, menilai, hingga bertindak.Seminar ini diharapkan menjadi langkah untuk membangun generasi STIDKI yang tidak hanya memiliki keluasan ilmu, tetapi juga mampu mengolah gagasan, berpikir kritis, dan menuangkan pemikirannya melalui tulisan. Sebab, perjalanan menuju pemimpin peradaban dapat dimulai dari satu kebiasaan sederhana: membaca, menulis, dan terus belajar.
BEM STIDKI Ar-Rahmah Gelar “Duduk Bareng Musyrif”, Bangun Komunikasi dan Komitmen Bersama
23 September 2026 Bem
BEM STIDKI Ar-Rahmah Gelar “Duduk Bareng Musyrif”, Bangun Komunikasi dan Ko...
SURABAYA – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIDKI Ar-Rahmah Surabaya Kabinet Vardhana Sevana menggelar forum dialog “Duduk Bareng Musyrif” pada Rabu (23/9/2026) di Gedung HAS STIDKI Ar-Rahmah Surabaya. Kegiatan ini mempertemukan mahasiswa penghuni asrama dengan musyrif untuk menyampaikan aspirasi, mendengarkan tanggapan, serta mencari solusi bersama terkait dinamika kehidupan asrama.Dalam sambutannya, Presiden BEM STIDKI Ar-Rahmah Surabaya, Mamdzuh Nuruddin Azhari, menegaskan bahwa forum tersebut bukan untuk mencari siapa yang salah, melainkan menjadi ruang untuk saling memahami. Mahasiswa diharapkan berani menyampaikan keresahan dengan cara yang baik dan disertai solusi, sekaligus bersedia mendengarkan sudut pandang musyrif. “Tujuan kita bukan memenangkan perdebatan. Tujuan kita adalah menemukan pemahaman,” ujarnya.Sejumlah aspirasi disampaikan mahasiswa, mulai dari pola pembinaan terhadap pelanggaran, fasilitas dispenser dan galon air, waktu pengumpulan HP pada akhir pekan, komunikasi saat kunjungan ke kamar musyrif, hingga kedisiplinan dalam apel dan muhasabah malam. Mahasiswa juga berharap pembinaan terhadap pelanggaran dapat lebih mengedepankan pendekatan hati, serta tersedia ruang komunikasi yang lebih dekat antara musyrif dan mahasiswa.Menanggapi aspirasi tersebut, Ust. Sholikhin, M.Sos. menyampaikan harapan agar mahasiswa menjadi pribadi yang terbaik, taat, disiplin, dan mengikuti aturan yang berlaku. “Saya minta antum menjadi mahasiswa elit, tapi antum punya do’a,” pesannya. Dalam pembahasan mengenai tindakan terhadap pelanggaran, pihak musyrif juga menyampaikan keterbukaan untuk melakukan perbaikan dan mengajak kedua pihak menjadi lebih baik.Sebagai tindak lanjut, mahasiswa dan musyrif menyepakati Pernyataan Sikap Bersama yang menegaskan penolakan terhadap segala bentuk intimidasi dan kekerasan, baik verbal maupun nonverbal. Musyrif berkomitmen menegakkan aturan melalui pendekatan pembinaan dan pendidikan, sementara mahasiswa berkomitmen mematuhi aturan, menghormati musyrif, serta menjaga adab dan sopan santun. Kesepakatan juga mencakup pentingnya sosialisasi aturan secara jelas dan pemberian sanksi secara proporsional serta mendidik.Melalui forum ini, BEM STIDKI Ar-Rahmah berharap komunikasi antara mahasiswa dan musyrif dapat terus dirawat dan tidak berhenti pada satu kegiatan. Asrama diharapkan menjadi ruang tumbuh yang nyaman, aman, suportif, dan penuh kekeluargaan. “Kalau ada jarak, mari kita dekatkan. Kalau ada salah paham, mari kita luruskan. Kalau ada keresahan, mari kita bicarakan. Dan kalau ada masalah, mari kita cari solusinya bersama.”
Luka Mereka, Luka Kita Bersama : BEM STIDKI Ar-Rahmah Galang Dana untuk Korban Bencana NTT
6 September 2026 Kegiatan Mahasiswa
Luka Mereka, Luka Kita Bersama : BEM STIDKI Ar-Rahmah Galang Dana untuk Kor...
Surabaya, 6 September 2026 — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIDKI Ar-Rahmah Surabaya bersama Baitul Maal Ar-Rahmah menggelar aksi kemanusiaan berupa penggalangan dana untuk membantu saudara-saudara di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak musibah. Aksi tersebut dilaksanakan pada Minggu, 6 September 2026, pukul 05.30–08.30 WIB di sepanjang kawasan Jalan Tugu Pahlawan Surabaya yang menjadi salah satu titik aktivitas Car Free Day (CFD) dan pusat aktivitas masyarakat.Mengusung tema “Luka Mereka, Luka Kita Bersama: Dari Surabaya untuk NTT” serta semangat “Vardhana Sevana Peduli Bencana”, kegiatan ini menjadi bentuk respons empati mahasiswa terhadap kondisi masyarakat yang sedang menghadapi musibah di NTT.Sebanyak 22 mahasiswa lintas angkatan STIDKI Ar-Rahmah Surabaya turut turun langsung dalam aksi tersebut. Mereka terdiri dari 10 mahasiswa angkatan 2024, 4 mahasiswa angkatan 2025, dan 8 mahasiswa angkatan 2026. Dari 10 mahasiswa angkatan 2024, dua di antaranya bertugas sebagai tim media BEM untuk mendokumentasikan rangkaian kegiatan.Dalam pelaksanaannya, para mahasiswa menyebar di sejumlah titik yang ramai dilalui masyarakat, khususnya di sekitar jalur CFD serta area lapak pedagang, baik pedagang makanan maupun pedagang thrifting. Dengan membawa media penggalangan dana dan menyampaikan seruan kemanusiaan secara langsung, mahasiswa mengajak masyarakat Surabaya untuk bersama-sama memberikan dukungan kepada saudara-saudara di NTT.Aksi tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Hingga kegiatan berakhir, terkumpul Rp1.345.000 dalam bentuk uang tunai serta sekitar Rp300.000 melalui QRIS. Dana yang berhasil dihimpun selanjutnya akan disalurkan melalui Baitul Maal Ar-Rahmah untuk membantu masyarakat terdampak bencana di NTT.Berdasarkan informasi penyaluran dari Baitul Maal Ar-Rahmah, bantuan kemanusiaan sebelumnya telah diberangkatkan dalam dua tahap, yakni pengiriman pertama pada 22 Agustus 2026 dan pengiriman kedua pada 2 September 2026. Bantuan tersebut disalurkan ke Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).Adapun bantuan yang telah disalurkan mencakup berbagai kebutuhan masyarakat terdampak, di antaranya sembako, selimut, tenda, profil tank, air bersih, kebutuhan bayi, dan susu. Penyaluran tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk memastikan bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.Semangat tersebut sejalan dengan nilai yang dibawa Kabinet Vardhana Sevana, yakni Growth, Process, Serve — berkembang, berproses, dan mengabdi. Melalui aksi kemanusiaan ini, mahasiswa diajak untuk memahami bahwa ruang pengabdian tidak terbatas pada lingkungan kampus, tetapi mencakup masyarakat dan seluruh wilayah Indonesia.Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud kolaborasi antara BEM STIDKI Ar-Rahmah Surabaya dan Baitul Maal Ar-Rahmah dalam menghadirkan aksi nyata untuk kemanusiaan. BEM berharap kepedulian yang tumbuh melalui kegiatan ini dapat terus berlanjut dan mendorong semakin banyak mahasiswa untuk mengambil peran dalam persoalan-persoalan sosial di tengah masyarakat.Dari Surabaya untuk NTT.Penulis: Kementerian Media dan Informasi BEM STIDKI Ar-Rahmah SurabayaEditor: Kementerian Media dan Informasi BEM STIDKI Ar-Rahmah Surabaya

LOKASI KAMPUS

STIDKI AR RAHMAH logo STIDKI
AR-RAHMAH

Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam Ar Rahmah Surabaya

Jl. Teluk Buli I No. 3-5-7, Perak Utara, Kec. Pabean Cantian, Surabaya

Copyright © 2026 STIDKI AR-RAHMAH || All Rights Reserved