SURABAYA – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIDKI Ar-Rahmah Surabaya Kabinet Vardhana Sevana menggelar forum dialog “Duduk Bareng Musyrif” pada Rabu (23/9/2026) di Gedung HAS STIDKI Ar-Rahmah Surabaya. Kegiatan ini mempertemukan mahasiswa penghuni asrama dengan musyrif untuk menyampaikan aspirasi, mendengarkan tanggapan, serta mencari solusi bersama terkait dinamika kehidupan asrama.
Dalam sambutannya, Presiden BEM STIDKI Ar-Rahmah Surabaya, Mamdzuh Nuruddin Azhari, menegaskan bahwa forum tersebut bukan untuk mencari siapa yang salah, melainkan menjadi ruang untuk saling memahami. Mahasiswa diharapkan berani menyampaikan keresahan dengan cara yang baik dan disertai solusi, sekaligus bersedia mendengarkan sudut pandang musyrif. “Tujuan kita bukan memenangkan perdebatan. Tujuan kita adalah menemukan pemahaman,” ujarnya.
Sejumlah aspirasi disampaikan mahasiswa, mulai dari pola pembinaan terhadap pelanggaran, fasilitas dispenser dan galon air, waktu pengumpulan HP pada akhir pekan, komunikasi saat kunjungan ke kamar musyrif, hingga kedisiplinan dalam apel dan muhasabah malam. Mahasiswa juga berharap pembinaan terhadap pelanggaran dapat lebih mengedepankan pendekatan hati, serta tersedia ruang komunikasi yang lebih dekat antara musyrif dan mahasiswa.
Menanggapi aspirasi tersebut, Ust. Sholikhin, M.Sos. menyampaikan harapan agar mahasiswa menjadi pribadi yang terbaik, taat, disiplin, dan mengikuti aturan yang berlaku. “Saya minta antum menjadi mahasiswa elit, tapi antum punya do’a,” pesannya. Dalam pembahasan mengenai tindakan terhadap pelanggaran, pihak musyrif juga menyampaikan keterbukaan untuk melakukan perbaikan dan mengajak kedua pihak menjadi lebih baik.
Sebagai tindak lanjut, mahasiswa dan musyrif menyepakati Pernyataan Sikap Bersama yang menegaskan penolakan terhadap segala bentuk intimidasi dan kekerasan, baik verbal maupun nonverbal. Musyrif berkomitmen menegakkan aturan melalui pendekatan pembinaan dan pendidikan, sementara mahasiswa berkomitmen mematuhi aturan, menghormati musyrif, serta menjaga adab dan sopan santun. Kesepakatan juga mencakup pentingnya sosialisasi aturan secara jelas dan pemberian sanksi secara proporsional serta mendidik.
Melalui forum ini, BEM STIDKI Ar-Rahmah berharap komunikasi antara mahasiswa dan musyrif dapat terus dirawat dan tidak berhenti pada satu kegiatan. Asrama diharapkan menjadi ruang tumbuh yang nyaman, aman, suportif, dan penuh kekeluargaan.
“Kalau ada jarak, mari kita dekatkan. Kalau ada salah paham, mari kita luruskan. Kalau ada keresahan, mari kita bicarakan. Dan kalau ada masalah, mari kita cari solusinya bersama.”
STIDKI Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam Ar Rahmah Surabaya
Jl. Teluk Buli I No. 3-5-7, Perak Utara, Kec. Pabean Cantian, Surabaya
Copyright © 2026 STIDKI AR-RAHMAH || All Rights Reserved