Header Halaman
Gambar Berita
21 May 2026 Berita

ICOMDIL 2026 Bahas Dakwah Gen Z hingga Inovasi Dai, Hadirkan Akademisi Malaysia dan Praktisi Media Nasional

SURABAYA, 21 Mei 2026 — Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam (STIDKI) Ar Rahmah Surabaya sukses menggelar The 1st International Conference on Mosque, Da’wah, and Islamic Leadership (ICOMDIL) 2026, Kamis (21/5/2026). Konferensi internasional ini menjadi ruang bertemunya akademisi, praktisi dakwah, peneliti, hingga mahasiswa untuk membahas masa depan masjid, dakwah, dan kepemimpinan Islam di era digital.

Mengangkat tema besar “Mosque, Da’wah, and Islamic Leadership for Social Transformation in the Contemporary Muslim World”, acara berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 14.45 WIB dengan menghadirkan ratusan peserta dari berbagai kampus dan lembaga, baik secara offline maupun online. Tercatat sebanyak 177 peserta mengikuti konferensi ini, dengan 36 presenter yang memaparkan hasil riset ilmiah mereka. Peserta internasional juga hadir dari beberapa negara, termasuk Pakistan dan Malaysia.
Dua institusi luar negeri yang turut terlibat berasal dari Malaysia, yakni:

  1. PhD Faculty of Economics and Muamalat (FEM), Universiti Sains Islam Malaysia (USIM)
  2. Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM)

Salah satu pembicara internasional, Prof. Dato’ Dr. Fariza Md Sham dari Universiti Kebangsaan Malaysia, menyoroti peluang besar dakwah di kalangan Generasi Z. Menurutnya, Gen Z merupakan generasi yang sangat dekat dengan media sosial dan teknologi digital, sehingga menjadi lahan strategis untuk pengembangan dakwah masa kini.
Namun, di balik keunggulan tersebut, ia menilai generasi muda saat ini memiliki tantangan tersendiri.

“Gen Z itu cerdas dan sangat melek media sosial, tetapi banyak yang rapuh secara emosional dan kurang kuat dalam relasi sosial secara langsung,” ungkapnya dalam sesi diskusi.

Ia menekankan bahwa dakwah digital tidak cukup hanya viral, tetapi juga harus mampu menghadirkan kedekatan emosional dan solusi nyata bagi problem generasi muda.
Sementara itu, akademisi Universitas Airlangga, Prof. Dr. Gancar Candra Premananto, menyampaikan pentingnya inovasi dalam dunia dakwah. Menurutnya, seorang dai tidak boleh hanya menjadi penyampai pesan, tetapi juga harus menjadi pencipta solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Hal menarik yang disampaikan Prof. Gancar adalah perspektif membaca Al-Qur’an melalui disiplin ilmu masing-masing. Ia menegaskan bahwa Al-Qur’an memiliki relevansi dengan seluruh bidang kehidupan, termasuk manajemen, ekonomi, komunikasi, hingga teknologi.

“Kita harus berani membaca Al-Qur’an dengan perspektif bidang yang kita tekuni. Karena Al-Qur’an selalu relevan untuk semua zaman dan semua keilmuan,” jelasnya.

Adapun CEO Suara Muslim Network, Irwitono Soewito, membagikan pengalaman dan budaya dakwah di media radio. Ia menjelaskan bahwa prinsip utama dakwah di Suara Muslim adalah “benar dan bermanfaat”.
Dalam penyampaiannya, Irwitono juga memberikan otokritik terhadap dunia dakwah, khususnya terkait soft skill para dai. Ia menyoroti pentingnya disiplin, tanggung jawab, dan profesionalisme dalam menyampaikan dakwah di ruang publik.

“Dakwah bukan hanya soal isi ceramah, tetapi juga tentang sikap, kedisiplinan, tepat waktu, dan keberanian bertanggung jawab,” ujarnya.

Diskusi dalam konferensi berjalan dinamis dan interaktif. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan terkait dakwah digital, pengelolaan masjid, kepemimpinan Islam, hingga tantangan komunikasi umat di era media baru.
Melalui ICOMDIL 2026, STIDKI Ar Rahmah Surabaya menunjukkan komitmennya untuk menjadi pusat pengembangan dakwah akademik yang adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus membuka ruang kolaborasi internasional dalam membangun peradaban Islam yang lebih progresif dan solutif.

STIDKI AR RAHMAH logo STIDKI
AR-RAHMAH

Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam Ar Rahmah Surabaya

Jl. Teluk Buli I No. 3-5-7, Perak Utara, Kec. Pabean Cantian, Surabaya

Copyright © 2026 STIDKI AR-RAHMAH || All Rights Reserved